Joan As Police Woman Rilis Aransemen Baru “Eternal Flame”

  • 30 Apr 2026 05:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Artis ikonik asal New York City, Joan As Police Woman, kembali menghadirkan karya terbaru melalui aransemen baru lagu “Eternal Flame”. Lagu ini menjadi bagian dari album terbarunya bertajuk Real Life Evolution, yang merupakan interpretasi ulang dari album debutnya, Real Life.

Album Real Life Evolution dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026 melalui label independen asal Inggris, Reveal Records. Album ini akan tersedia dalam format cakram padat (CD), piringan hitam edisi terbatas berwarna merah marmer, serta format digital.

Perilisan album ini menandai 20 tahun sejak Joan merilis Real Life. Dalam proyek ini, Joan mengaransemen ulang dan merekam kembali seluruh lagu dengan melibatkan sejumlah kolaborator, seperti Iggy Pop dan Krystle Warren, serta musisi lain yang turut memperkaya karakter musikalnya.

Joan Wasser, yang dikenal dengan nama panggung Joan As Police Woman sejak 2004, merupakan musisi, penulis lagu, sekaligus produser yang mendapat banyak pujian kritis. Ia dikenal memiliki gaya musik yang unik dan sulit dikategorikan karena memadukan berbagai genre dalam karyanya.

Sepanjang kariernya, Joan telah merilis sepuluh album berisi materi orisinal, dua album daur ulang lagu, serta satu album antologi. Ia juga dikenal sebagai kolaborator aktif yang telah bekerja sama dengan berbagai musisi ternama lintas genre.

Sebelumnya, Joan telah merilis sejumlah single dari proyek ini, antara lain “Flushed Chest”, “The Ride”, serta video musik untuk lagu “Anyone”. Video terbaru dari seri The Real Life Anniversary Sessions direkam di The Owl Music Parlor, Brooklyn, dengan melibatkan sejumlah kolaborator musiknya.

Dalam keterangannya, Joan mengungkapkan proses kreatif di balik aransemen baru “Eternal Flame”. “Aransemen ini berkembang dari sebuah beat yang dibuat Parker Kindred hampir satu dekade lalu. Bentuknya yang sekarang muncul ketika Will Graefe menciptakan bagian gitar akustik yang indah, dan kami memainkannya bersama setiap malam saat tur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Joan menambahkan makna lagu tersebut turut berkembang seiring waktu. “Awalnya saya menulis lagu ini sebagai lagu gospel tentang ketidakmungkinan menjadi segalanya bagi seseorang. Seiring waktu, maknanya juga berkembang sebagai pengingat untuk tidak menuntut hal itu dari diri saya sendiri,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....