Sirkus, Seni Pertunjukkan yang Lahir di Roma Kuno
- 17 Apr 2026 05:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sirkus adalah salah satu bentuk hiburan yang paling populer dan universal. Meskipun asal-usul sirkus masih belum jelas, para sejarawan meyakini bahwa pertunjukan sirkus pertama kali muncul di Roma Kuno.
Dilansir National Today, circus Maximus adalah arena sirkus pertama yang dibangun di Roma Kuno, pada era Kerajaan Lama. Arena ini dapat menampung setidaknya 250.000 penonton per pertunjukan. Beberapa arena sirkus terkenal pada era Romawi antara lain Circus Neronis, Circus Flaminius, dan Circus of Maxentius.
Era sirkus modern dimulai pada abad ke-18 ketika Philip Astley membuka sebuah amfiteater di Lambeth, London. Ia mempopulerkan trik berkuda sebagai bentuk hiburan di hadapan penonton umum. Awalnya, ia menyebut arena pertunjukan ini ‘Circle’, namun istilah tersebut berkembang dan kemudian dikenal secara luas sebagai ‘Circus.’
Badut mainstream pertama adalah Joseph Grimaldi pada tahun 1781. Ia terkenal karena perannya sebagai Little Clown dalam pertunjukannya “The Triumph of Mirth” atau “Harlequin’s Wedding.” Kemudian, Astley mengekspor sirkusnya ke Prancis dan berhasil membangun 18 sirkus lainnya di seluruh Eropa.
Sirkus modern pertama di Amerika Serikat didirikan oleh John Bill Ricketts pada tanggal 3 April 1793. Dikenal sebagai Circus of Pepin and Breschard, kelompok sirkusnya berkeliling dari Montreal ke Havana pada awal abad ke-19.
Joshua Purdy adalah orang pertama yang memperkenalkan tenda besar sebagai tempat utama untuk pertunjukan sirkus pada tahun 1835. Tenda ini dibawa ke Inggris oleh Thomas Taplin Cooke pada tahun 1835, karena jauh lebih praktis, fleksibel, dan memungkinkan penonton berkumpul di ruang terbuka yang luas.
Sirkus kontemporer menanjak popularitasnya pada tahun 1970-an di seluruh Australia, Kanada, Prancis, dan Britania Raya. Jenis sirkus ini menggabungkan teater, aksi akrobatik, dan pertunjukan sirkus tradisional untuk menceritakan sebuah kisah.
Hal ini sangat memengaruhi sirkus yang kita kenal saat ini. Namun, baru pada tahun 2010 Putri Stéphanie dari Monako mempublikasikan seni sirkus sebagai warisan budaya bersama, dengan menetapkan tanggal 17 April sebagai Hari Sirkus Sedunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....