Menuju Cahaya Single Terbaru Marcell Siahaan

  • 28 Feb 2026 20:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Penyanyi dan penulis lagu Marcell Siahaan kembali merilis singel religi berjudul “Menuju Cahaya” pada 26 Februari 2026. Lagu ini menjadi karya religi keduanya setelah “Tawakal” yang dirilis pada 2024. Seperti karya sebelumnya, lirik, komposisi, dan aransemen lagu ini ditulis sendiri oleh Marcell.

Melalui label rekaman dan penerbit musik miliknya, Ruang Menyusui Records dan MKH Publishing, “Menuju Cahaya” diproduksi sendiri oleh Marcell sebagai pengarah musik utama. Vokal direkam oleh Yusuf Effendi Hadiyanto di Studio Ruang Menyusui dengan dukungan sejumlah musisi berpengalaman, antara lain Gatot Alindo pada gitar akustik dan elektrik, Ivan Alidiyan pada kibor dan penyintesis, Stefanus Adi Wibowo sebagai pengarah vokal, serta Lawrence “Random” Widarto sebagai penata suara akhir.

Keterlibatan keluarga juga terasa dalam lagu ini. Istri Marcell, Rima Melati Adams, turut membacakan penggalan lirik puitis berbahasa Inggris. “Jelas, cuman Rima yang paling fasih dan paling bagus pelafalan bahasa Inggris-nya di rumah ini,” kata Marcell.

Secara tematik, “Menuju Cahaya” mengisahkan perjalanan batin manusia ketika berhenti merasa menjadi pusat dan mulai melangkah menuju sesuatu yang lebih besar dari dirinya. Lagu ini tidak berbicara tentang pencapaian, melainkan tentang pelepasan dan keberanian untuk tunduk serta jujur kepada diri sendiri.

Inspirasi utama lagu ini berangkat dari konsep Tazkiyatun Nafs atau pemurnian jiwa. Gagasan tersebut selaras dengan pesan dalam Al-Qur’an, khususnya Surat Asy-Syams ayat 9 hingga 10 dan Surat Al-A‘la ayat 14, yang menegaskan bahwa keberuntungan sejati lahir dari upaya membersihkan batin, bukan dari pengakuan luar.

Pemaknaan “Cahaya” dalam lagu ini tidak dimaksudkan sebagai simbol kesuksesan pribadi atau pencerahan yang instan. Cahaya diposisikan sebagai tujuan yang didekati, bukan dimiliki. Perspektif tersebut terinspirasi dari gambaran Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35, sehingga liriknya menekankan proses perjalanan tanpa menonjolkan ego.

Secara musikal dan lirik, lagu ini disusun dengan pendekatan minimalis dan repetitif. Pengulangan lirik dihadirkan seperti doa yang diucapkan perlahan dan reflektif, menggambarkan bahwa pemurnian diri merupakan proses berkelanjutan. “Saya sengaja melahirkan lagu ini dengan aransemen yang sedikit berbeda, tentunya tanpa kehilangan ruh-nya, harapannya agar lagu ini bisa menjaring lebih banyak pendengar dari berbagai segmen yang lebih luas dan beragam,” ujar Marcell. Ia menegaskan bahwa pemurnian diri adalah proses yang layak dirayakan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....