Sundanis Rilis Duet Bad Mood

  • 28 Feb 2026 20:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Musisi multitalenta Sundanis kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis singel keduanya berjudul “Bad Mood”. Tidak lama setelah merilis “EGP” di bawah label FloorInc, Sundanis melanjutkan produktivitasnya melalui karya terbaru yang terinspirasi dari pengalaman pribadi sehari-hari.

“Ide lagu Bad Mood ini aku dapat dari berbagai hal yang aku alami sehari-hari. Misalnya, saat lagi sama pasangan, tiba-tiba ada hal yang bikin kesal. Tentu saja itu bikin mood langsung berubah jadi bad,” ungkapnya. Ia meyakini bahwa situasi tersebut bersifat universal dan dapat dirasakan oleh banyak orang dalam berbagai kondisi hubungan.

Seperti halnya “EGP” yang telah didengar lebih dari 1,2 juta kali di Spotify, “Bad Mood” tetap mempertahankan warna hipdut yang menjadi ciri khasnya. Proses pengerjaan lagu ini terbilang singkat karena hanya memakan waktu satu hari. Meski demikian, terdapat perubahan signifikan dalam aransemen musik dan notasi lagu sebelum akhirnya dirilis.

“Jadi, lagu ‘Bad Mood’ itu bisa dibilang sudah rampung sebelum terpilih menjadi single kedua. Namun, tiba-tiba aku punya ide dadakan sehingga aransemen musik dan notasi lagunya diubah total. Jadilah hasilnya seperti yang kalian dengar sekarang,” jelasnya. Perubahan tersebut dilakukan demi menghadirkan nuansa yang lebih segar dan dinamis.

Berbeda dari singel sebelumnya yang dirilis dalam versi solo dan duet, kali ini Sundanis langsung menghadirkan konsep kolaborasi dengan menggandeng model asal Bandung, Uiendha. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperluas jangkauan pendengar sekaligus memberikan warna baru dalam perjalanan musiknya.

“Semoga kolaborasi ini bisa memberi warna baru dalam perjalanan musikalku dan semoga para pendengar musikku bisa merasakan nuansa yang berbeda dan lebih segar,” kata pria asal Bandung tersebut. Optimisme juga ia sampaikan terkait target pencapaian singel terbarunya yang diharapkan melampaui kesuksesan karya sebelumnya.

“Harapanku, single terbaru ini bisa lebih diterima lagi oleh semua lapisan masyarakat Indonesia, jauh melebihi EGP dan lagu-lagu Sundanis sebelumnya. Meski mungkin bahasanya kurang familiar bagi beberapa kalangan, tapi bahasa musik itu universal,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa melodi yang kuat dapat menjembatani perbedaan bahasa dan latar belakang pendengar.

Pengagum Doel Sumbang ini juga menilai perkembangan genre hipdut semakin positif dan mampu menembus berbagai kalangan, termasuk generasi Z.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....