Laufey Rilis Edisi Deluxe Album

  • 28 Feb 2026 19:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Musisi, komposer, produser, dan multi-instrumentalis pemenang dua Grammy Awards asal Los Angeles berdarah Islandia-Tiongkok, Laufey, resmi mengumumkan A Matter of Time: The Final Hour; edisi deluxe dari album A Matter of Time yang mengantarkannya meraih Grammy Awards keduanya awal tahun ini. Proyek ekspansi tersebut dijadwalkan rilis pada 10 April melalui AWAL/Vingolf Recordings; menghadirkan empat lagu tambahan, termasuk singel terbaru berjudul “How I Get” yang telah diluncurkan lebih dahulu.

Lagu “How I Get” bercerita tentang seseorang yang biasanya disiplin dan terkendali; namun berubah ketika berhadapan dengan satu orang tertentu. Melalui karya ini, Laufey menggambarkan bagaimana perasaan dapat membuat seseorang kembali melakukan hal-hal yang dahulu telah berjanji untuk tidak diulangi; menghadirkan sisi rapuh emosi yang kerap lebih kuat daripada logika dalam narasi yang personal dan reflektif.

Diproduseri bersama Spencer Stewart dan Aaron Dessner, A Matter of Time: The Final Hour merekam fase kebangkitan emosional Laufey saat ia merangkul kecemasan dan kerentanan yang hadir bersama pengalaman cinta dalam berbagai bentuk. Edisi deluxe ini melengkapi album aslinya menjadi total lima belas lagu; terdiri atas materi terdahulu dan empat lagu yang belum pernah dirilis.

Awal bulan ini, Laufey kembali mencatatkan prestasi di ajang Grammy Awards ke-68 dengan memenangkan kategori Best Traditional Pop Vocal Album melalui album A Matter of Time. Kemenangan tersebut menandai kali kedua ia meraih penghargaan pada kategori yang sama; setelah sebelumnya pada 2024 memenangkan kategori tersebut lewat album keduanya.

Pada 2024, melalui album Bewitched, Laufey juga mencatat sejarah sebagai musisi termuda yang pernah menerima penghargaan tersebut. “Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa musik yang jujur akan selalu menemukan pendengarnya,” ujar Laufey dalam pernyataan resminya; menegaskan komitmennya untuk terus berkarya secara autentik.

Tidak hanya berprestasi di industri musik internasional, Laufey juga menerima gelar kehormatan Order of the Falcon dari Presiden Islandia, Halla Tómasdóttir, pada Januari lalu. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memperkenalkan warisan budaya Islandia ke panggung global; sekaligus memperkuat identitasnya sebagai seniman lintas budaya.

Saat ini, Laufey tengah menjalani tur A Matter of Time di Inggris dan Eropa; dengan sejumlah tanggal pertunjukan yang telah terjual habis. Antusiasme penonton menunjukkan konsistensi basis penggemarnya yang terus berkembang; sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu figur penting dalam ranah pop tradisional modern.

Selain itu, buku anak pertamanya berjudul Mei Mei The Bunny akan dirilis pada 21 April melalui Penguin Random House; sementara album live A Matter of Time: Live at Madison Square Garden dijadwalkan rilis pada 18 April dalam rangka Record Store Day. Rangkaian proyek tersebut memperlihatkan produktivitas Laufey yang berkelanjutan; sekaligus memperluas jangkauan karyanya ke berbagai medium kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....