Resensi Film: The Irishman, Masterpice Kriminal Martin Scorsese
- 25 Feb 2026 08:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Film drama kriminal epik The Irishman menjadi salah satu pencapaian sinematik terbesar sutradara Martin Scorsese yang dirilis secara global melalui platform Netflix.
Melansir laporan Variety asal Amerika Serikat, film ini menggunakan teknologi de-aging 'penuaan digital' yang ambisius untuk menampilkan para pemeran utamanya dalam berbagai periode usia. Produksi ini menandai kolaborasi kesembilan antara Scorsese dan aktor Robert De Niro setelah jeda panjang selama puluhan tahun.
The Irishman menyajikan premis tentang Frank Sheeran, seorang veteran perang yang menjadi pembunuh bayaran untuk sindikat kejahatan. Dalam wawancara bersama The Hollywood Reporter, Scorsese menjelaskan bahwa fokus utama film ini adalah tentang refleksi waktu, kesetiaan, dan penebusan dosa di masa tua.
Menurut data agregator Rotten Tomatoes per Februari 2026, film ini mempertahankan skor kritikus (Tomatometer) yang sangat tinggi sebesar 95%. Konsensus para kritikus menyebutkan bahwa film ini merupakan sebuah penghormatan yang mendalam terhadap genre gangster yang telah membesarkan nama sutradaranya.
Data dari situs Metacritic memberikan skor rata-rata 94/100, yang menunjukkan predikat 'Universal Acclaim' atau pujian universal dari para pengulas film internasional. Penilaian ini didasarkan pada kualitas naskah adaptasi Steven Zaillian yang dianggap sangat solid dan mendalam.
Secara komersial, The Irishman mencatatkan angka penonton yang signifikan di platform digital dengan total 64 juta penonton dalam satu bulan pertama perilisannya. Melansir data Box Office Mojo, film ini juga sempat ditayangkan secara terbatas di bioskop untuk memenuhi syarat kualifikasi ajang penghargaan internasional.
Keunggulan teknis film ini didukung oleh performa akting luar biasa dari Al Pacino sebagai Jimmy Hoffa dan Joe Pesci sebagai Russell Bufalino. Kehadiran Joe Pesci yang memutuskan kembali dari masa pensiunnya menjadi salah satu poin yang paling banyak diapresiasi oleh kritikus BBC asal Inggris.
Analisis tematik dalam film ini menyoroti keterlibatan serikat pekerja dengan dunia kriminal serta misteri hilangnya tokoh ikonik Jimmy Hoffa. Pernyataan resmi dari tim produksi menekankan bahwa film ini bukan sekadar biografi, melainkan studi karakter tentang isolasi moral yang dialami pelakunya.
Kutipan ulasan dari The Guardian menyebutkan bahwa durasi film yang mencapai 209 menit memberikan ruang yang cukup bagi penonton untuk merasakan beban emosional sang karakter utama. Pendekatan narasi yang tenang namun intens ini membedakannya dari film-film mafia konvensional lainnya.
Popularitas The Irishman terus bertahan sebagai salah satu film orisinal paling bergengsi dalam sejarah distribusi konten streaming modern. Film ini berhasil meraih sepuluh nominasi di ajang Academy Awards, termasuk untuk kategori Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.
Secara keseluruhan, karya ini menjadi bukti kematangan visi artistik Martin Scorsese dalam merangkai narasi sejarah dan fiksi yang kompleks. Film ini tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga menjadi dokumen penting dalam perkembangan teknik efek visual di industri perfilman dunia.
Kualitas produksi yang luar biasa menjadikan The Irishman sebagai standar baru dalam genre drama sejarah yang berbasis pada data dan riset mendalam. Keberhasilan ini memperkuat posisi konten digital sebagai pesaing serius dalam industri layar lebar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....