Horor Tak Kasat Mata dalam The Zone of Interest
- 23 Feb 2026 11:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Film "The Zone of Interest" garapan sutradara Jonathan Glazer mencetak sejarah sebagai film asal Inggris pertama yang memenangkan kategori 'Best International Feature Film' pada ajang Academy Awards 2024. Film ini menghadirkan perspektif baru tentang kekejaman sejarah melalui eksperimen teknis dan narasi suara yang mendalam.
Dalam proses produksinya, Glazer bersama sinematografer Łukasz Żal menggunakan inovasi teknis bernama "Link 67". Mereka menyembunyikan 10 kamera digital 'Sony Venice' di sekitar lokasi syuting untuk menangkap adegan tanpa kehadiran kru di lapangan.
Melansir laporan teknis dari 'American Society of Cinematographers' tahun 2024, metode ini bertujuan menciptakan estetika serupa CCTV. Pendekatan tersebut memungkinkan para aktor berimprovisasi secara natural tanpa menyadari bahwa mereka sedang direkam oleh kamera.
Aspek paling menonjol dari film ini adalah desain suaranya yang berfungsi sebagai narasi horor utama. Perancang suara Johnnie Burn menghabiskan waktu satu tahun untuk membangun perpustakaan suara berdasarkan catatan sejarah dari 'Auschwitz-Birkenau State Museum'.
Dalam wawancara bersama 'The Academy of Motion Picture Arts and Sciences' pada 2024, Burn menjelaskan bahwa suara latar belakang seperti jeritan dan tembakan menjadi elemen penting. Suara-suara tersebut menghadirkan kengerian yang tidak diperlihatkan secara visual di layar.
Produksi film ini juga menjaga akurasi lokasi melalui kerja sama erat dengan 'Auschwitz-Birkenau State Museum'. Direktur Museum, Piotr Cywiński, menekankan pentingnya penggambaran rumah Rudolf Höss yang terletak sangat dekat dengan krematorium sebagai pengingat nyata atas normalisasi kejahatan.
Selain kesuksesan di 'Academy Awards', lembaga 'British Academy of Film and Television Arts' (BAFTA) 2024 juga memberikan pengakuan tinggi. Film ini memenangkan tiga kategori utama, termasuk 'Outstanding British Film', yang mengukuhkan validasi global atas kualitas artistiknya.
Namun, film ini tidak lepas dari diskusi publik setelah pidato kemenangan Jonathan Glazer di panggung Oscar pada Maret 2024. Glazer menyampaikan pernyataan yang menghubungkan tema dehumanisasi dalam film dengan konflik kontemporer yang terjadi di Gaza.
Melansir laporan 'The New York Times', pernyataan tersebut memicu reaksi beragam dari industri kreatif global. Lebih dari 1.000 profesional kreatif Yahudi menandatangani surat terbuka yang menentang pidato tersebut, sementara tokoh seperti sutradara Ken Loach memberikan dukungan publik.
Secara keseluruhan, "The Zone of Interest" berhasil menjadi rujukan penting dalam genre sejarah berkat keberanian teknis dan pesan moralnya. Film ini membuktikan bahwa kengerian sebuah peristiwa dapat tersampaikan dengan kuat meski tanpa visualisasi kekerasan secara langsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....