For Revenge Hadirkan Perayaan Patah Hati Babak Kedua
- 27 Des 2025 12:57 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Band rock alternatif asal Bandung, For Revenge, resmi membuka babak baru perjalanan bermusiknya dengan merilis album kelima bertajuk Perayaan Patah Hati – Babak 2. Album ini menjadi kelanjutan dari Perayaan Patah Hati – Babak 1 yang dirilis pada 2022, sekaligus melengkapi rangkaian cerita tentang kehilangan, luka, dan proses bangkit yang selama beberapa tahun terakhir menjadi benang merah karya mereka.
Digarap dalam waktu yang cukup panjang sejak 2023 dan mulai diperkenalkan lewat single “Sadrah” pada 2024, album ini memuat total 14 lagu. Vokalis For Revenge, Boniex Nur, menjelaskan album kali ini membawa pendengar ke fase yang berbeda.
“Jika album sebelumnya berbicara tentang kehilangan, di album ini kami mengajak pendengar masuk ke fase penerimaan. Ada secercah cahaya yang kami bawa di tengah cerita-cerita tragis yang dialami. Ini juga sekaligus menguatkan ajakan ‘merayakan patah hati’ yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi tema kami,” ujar Boniex Nur.
Dalam Perayaan Patah Hati – Babak 2, For Revenge juga menghadirkan sejumlah kolaborasi dengan musisi lintas genre. Tiga lagu telah lebih dulu dirilis sebagai single, yaitu “Kala Luka Berpesta” bersama Wira Nagara, “Menunggu Giliran” bersama Elsa Japasal, serta “Untuk Kau yang Di Sana (UKYDS)” bersama Stand Here Alone. Selain itu, dua kolaborasi lain hadir perdana di album ini dengan menggandeng Vicky Mono (DeadSquad) dan Lomba Sihir.
Boniex menjelaskan alasan di balik pemilihan kolaborator tersebut. “Vicky Mono adalah kakak senior kami di skena musik Bandung. Kami mengenalnya secara personal sejak beliau tergabung di Burgerkill dan bahkan pernah menjadi model di video klip ‘Jeda’. Untuk lagu ‘Bernama Karma’ yang penuh amarah, sosok Vicky terasa sangat tepat untuk memberi nyawa,” katanya.
Sementara kolaborasi dengan Lomba Sihir berangkat dari kebutuhan akan nuansa yang lebih meriah. “Saat lagu ‘Selamat Merayakan’ rampung, rasanya ada unsur ‘meriah’ yang belum lengkap. Lomba Sihir langsung jadi pilihan utama. Berawal dari kerja sama di Konser Sang Derana, lalu berlanjut ke lagu ini, dan hasilnya sesuai dengan yang kami bayangkan," ucap Boniex menambahkan.
Setelah tiga tahun sejak perilisan Perayaan Patah Hati – Babak 1, Boniex mengaku lega dan puas dengan hasil album lanjutan ini. “Album ini sempat direncanakan rilis pada 2023, tapi tertunda. Meski jaraknya cukup panjang, benang merah ceritanya masih terasa, namun dengan banyak warna baru yang menunjukkan pendewasaan bermusik kami,” ujarnya.
Meski menyandang embel-embel Babak 2, album ini tetap ramah bagi pendengar baru. “Album ini bisa dinikmati siapa saja. Namun, rangkaian ceritanya akan terasa lebih dalam jika pendengar juga menyimak Babak 1, karena dua album ini kami susun layaknya fase kehilangan yang dialami manusia,” ujar Boniex.
Album ini juga menjadi tonggak penting bagi for Revenge sebagai album penuh pertama yang dirilis bersama Sony Music Indonesia. Proses pengerjaan album ini disebut Boniex sebagai pengalaman belajar yang berharga, mempertemukan mereka dengan banyak sosok hebat, serta menjadi bagian dari pendewasaan perjalanan band yang telah berdiri sejak 2006.
Menutup pernyataannya, Boniex menyampaikan pesan untuk para pendengar setia for Revenge. “Selamat menunggu, selamat mendengarkan, selamat merasakan, dan selamat merayakan patah hati bersama kami," katanya.
Album terbaru for Revenge, Perayaan Patah Hati – Babak 2, sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital mulai 11 Desember 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....