PPU Gelar Festival Paduan Suara Internasional Perdana di IKN

  • 04 Sep 2025 20:12 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Nusantara: Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif resmi menggelar Nusantara International Choir Folk Festival (NICFF) 2025, di Ibu Kota Nusantara (IKN). Festival paduan suara internasional perdana ini berlangsung pada 4–7 September 2025.

Pembukaan dilakukan Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, disaksikan pimpinan DPRD PPU, perwakilan SKPD, serta sejumlah tamu undangan. Festival diikuti 19 tim paduan suara dari tujuh provinsi dengan total sekitar 760 peserta. Sejatinya ada dua delegasi dari Filipina, namun batal hadir akibat bencana alam di negaranya.

Ketua Panitia NICFF sekaligus Ketua Dewan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Deparekraf) PPU, Sandy Ernamuty, menegaskan bahwa lahirnya festival ini menjadi bukti kreativitas dan kerja sama anak muda lokal.

“Tidak ada hal yang mustahil ketika kita bekerja sama dengan semangat dan tujuan yang sama. Dari sebuah tim kecil Deparekraf, lahirlah festival internasional pertama di IKN,” ujarnya saat acara pembukaan di Auditorium Gedung Kemenko 3, kawasan inti pusat pemerintahan IKN, Kamis (4/9/2025).

BACA JUGA:

Bupati PPU Pimpin Aksi Bersih-bersih Pantai

Sandy juga menyampaikan apresiasi kepada OIKN, Gubernur Kalimantan Timur, Bupati PPU, Ketua PKK PPU, serta para sponsor utama. Selain itu ia mengaku bangga dengan kehadiran para peserta dari Sabang sampai Merauke yang turut meriahkan festival ini.

“Kepada seluruh peserta lomba, saya ucapkan selamat bertanding. Tunjukkan kemampuan terbaik dan bawalah cerita indah tentang Ibu Kota Nusantara. Harapan kami, NICFF bisa kembali digelar tahun depan dan menjadi agenda tahunan di IKN,” katanya.

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menekankan bahwa NICFF bukan sekadar lomba, melainkan wadah kebersamaan lintas daerah dan budaya.

“Paduan suara adalah seni universal yang mampu menembus batas bahasa, ras, dan budaya. Melalui lantunan harmoni, kita bisa memperkuat semangat kebersamaan dalam kebhinekaan,” ucapnya.

Ia mengapresiasi keberanian anak-anak muda Deparekraf PPU yang sejak Mei lalu bekerja keras memprakarsai festival berskala internasional pertama di IKN.

“Saya tidak melihat siapa orangnya, tetapi saya melihat semangat dan keberanian yang luar biasa. Tepuk tangan untuk mereka,” kata Alimuddin yang disambut meriah hadirin.

BACA JUGA:

Bupati PPU: Pagelaran Sang Askarya Pererat Persaudaraan

Alimuddin juga memanfaatkan momentum festival untuk menyampaikan perkembangan pembangunan IKN. Menurutnya, proyek ibu kota baru kini sudah memasuki tahap kedua.

“Hari ini pembangunan tahap kedua sedang berlangsung. Target kita pada 2028, IKN sudah berfungsi penuh sebagai ibu kota politik Indonesia, termasuk infrastruktur legislatif, yudikatif, kantor, dan hunian pejabat,” katanya.

Ia meminta peserta menjadi “duta kebenaran” dengan membawa cerita positif mengenai IKN ke daerah masing-masing.

“Mohon jadilah influencer kami untuk menyampaikan yang benar. Karena yang baik belum tentu benar, tapi yang benar pasti baik. Sampaikan kepada masyarakat bahwa IKN nyata dan pembangunannya terus berlanjut,” ujar Alimuddin.

Menutup sambutannya, Alimuddin mengingatkan bahwa kemenangan bukan tujuan akhir.

“Juara hanyalah sasaran antara. Yang lebih penting adalah menjaga persaudaraan. Semoga acara ini menjadi kenangan indah tentang Nusantara, sekaligus bukti bahwa IKN bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat kebudayaan,” ucapnya.

BACA JUGA:

Ratusan Penari Tampil di Pagelaran Sang Askarya PPU

Festival ini tidak hanya menampilkan kemampuan vokal, tetapi juga memperkenalkan seni budaya daerah. Sejumlah delegasi seni dari Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Paser hingga Sulawesi Utara turut memeriahkan acara.

Selama empat hari, peserta mengikuti rangkaian lomba paduan suara, pertunjukan budaya, hingga pameran ekonomi kreatif. Penjurian melibatkan pakar paduan suara nasional dan internasional.

Dengan semangat kolaborasi, NICFF 2025 diharapkan menjadi momentum lahirnya persahabatan, harmoni, serta kebanggaan baru bagi Ibu Kota Nusantara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....