Eco Fashion Nusantara: Perpaduan Alam dan Budaya IKN
- 04 Agt 2025 18:58 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Pergelaran busana ramah lingkungan bertajuk Eco Fashion Nusantara sukses digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN). Acara yang digagas oleh Indonesian Diaspora Network (IDN) Global ini menjadi wujud dukungan nyata para diaspora untuk IKN sebagai kota berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Kongres Diaspora Indonesia ke-8.
Panggung mode IKN diramaikan oleh tujuh koleksi karya desainer diaspora yang mengusung konsep slow fashion. Koleksi dari Maharani Persada by Essy Masita, Gee Batik by Sugeng Waskito, hingga Javabor by Tyas Dani x Griya Godong menonjolkan penggunaan bahan-bahan alami, teknik tradisional, dan pewarnaan yang tidak merusak lingkungan.
Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, menegaskan bahwa acara ini adalah pesan kuat dari para diaspora tentang dukungan keberlanjutan pembangunan IKN.
"Kami ingin menunjukkan bahwa diaspora mengawal Nusantara sebagai kota yang ramah lingkungan. Bukan hanya soal nol emisi, tapi juga pakaian yang berkelanjutan dari segi bahan, pewarnaan, hingga daur ulang," ujar Iwan, Senin (4/8/2025).
BACA JUGA:
Diaspora Indonesia Bawa Eco Fashion Nusantara ke Mancanegara
Inisiatif ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. "Saya mengucapkan terima kasih kepada diaspora Indonesia dan IDN Global yang telah memanfaatkan IKN untuk kegiatan positif seperti ini," kata Basuki.

Lebih dari sekadar peragaan busana, acara ini menjadi simbol diplomasi budaya. Keterlibatan model dari berbagai negara seperti Australia, Kolombia, dan Rusia menggarisbawahi visi IKN sebagai kota global yang inklusif.
Eco Fashion Nusantara berhasil mengirim pesan bahwa pembangunan IKN bukan hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan gaya hidup yang selaras dengan alam dan budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....