Lagu Daerah Kalimantan Selatan Menjaga Tradisi Melalui Musik
- 04 Mei 2025 07:09 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Lagu daerah Kalimantan Selatan merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang masih kental menggunakan Bahasa Banjar dalam liriknya. Meski tergolong lagu tradisional, popularitas lagu-lagu ini tak kalah dengan lagu-lagu modern masa kini. Bahkan, banyak di antaranya telah diaransemen ulang agar lebih relevan dan mudah dinikmati lintas generasi.
Menurut Acil Mila, salah satu pengisi acara Program Pesona Antar Komunitas Banjar Pro 4 RRI Samarinda pada Jumat (2/5/2025), lagu-lagu Banjar memiliki keunikan tersendiri. “Kalau cerita seputar lagu-lagu Banjar memang punya khasnya, seperti lantunannya, makna yang dalam dari liriknya, alunan lagunya juga enak,” ujar Acil Mila.
Sebagian besar lagu Banjar mengangkat tema tentang alam, adat istiadat, serta hubungan sosial yang erat dalam masyarakat. Dengan iringan alat musik tradisional seperti panting dan gambus, lagu-lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal.
Salah satu lagu yang mencerminkan budaya pernikahan suku Banjar adalah "Kambang Goyang". “Lagu ini merupakan ciri khas pernikahan Banjar. Kambang goyang adalah hiasan di atas mahkota pengantin wanita, bentuknya seperti bunga yang bergoyang saat bergerak,” jelas Acil Mila.
Sementara itu, Acil Ewwi, narasumber lainnya, menambahkan lagu “Baras Kuning” biasanya dibawakan dalam acara besar atau saat menyambut tamu istimewa. Lagu ini menggambarkan keceriaan saat bertemu sanak saudara baru serta kesetiaan menanti jodoh yang sedang berjuang demi pernikahan.
Tak hanya sebatas hiburan atau upacara adat, lagu daerah Kalimantan Selatan juga menjadi media pendidikan bagi generasi muda. Banyak lagu yang menyisipkan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan. Contohnya adalah lagu “Saputangan Babuncu Ampat”. “Lagu ini mengandung pesan agar kita tidak menyimpan dendam karena perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam hidup,” kata Acil Ewwi. Kata babuncu sendiri berarti ujung dari saputangan, sebagai simbol untuk memberi nasihat.
Lagu “Ampar-Ampar Pisang” menjadi salah satu lagu Banjar yang paling dikenal anak-anak. Menurut Acil Mila, lagu ini sering digunakan dalam permainan tradisional. “Waktu kecil, kami suka main sambil nyanyi ‘Ampar-Ampar Pisang’. Kaki kami dijejer, lalu lagu dinyanyikan sambil menghitung kaki. Ketika lagu selesai, kaki yang terhitung terakhir harus dilipat ke belakang—itu tandanya ‘dikitip bidawang’,” jelasnya sambil tertawa.
Acil Ewwi pun menambahkan bahwa lagu Banjar identik dengan irama mendayu-dayu dan banyak terinspirasi dari pengalaman pribadi atau cerita keluarga. Bahkan, beberapa lagu Banjar lama kini telah dikolaborasikan dengan musik modern untuk menjangkau pendengar yang lebih luas.
Dengan segala kekayaan makna dan keunikan yang dimilikinya, lagu daerah Kalimantan Selatan tetap eksis dan menjadi bukti bahwa tradisi bisa terus hidup berdampingan dengan zaman. Melalui lagu-lagu ini, identitas Banjar tetap terjaga dan diwariskan dengan cara yang menyenangkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....