Kesenian Sunda yang Masih Lestari

  • 21 Apr 2025 11:03 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Suku Sunda dikenal sebagai salah satu suku di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya luar biasa. Tradisi dan nilai-nilai leluhur yang ditanamkan sejak dulu masih terus dijaga dan dilestarikan hingga kini. Mulai dari seni pertunjukan, adat istiadat, hingga kuliner, budaya Sunda memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah.

Kekayaan budaya ini tercermin dalam beragam kesenian khas Sunda yang sarat akan makna dan nilai-nilai kearifan lokal. Menurut Teh Iis, pengisi acara Pesona Antar Komunitas Sunda Pro 4 Samarinda, kesenian Sunda sebenarnya sangat banyak. Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi yang pesat, sebagian di antaranya kini mulai jarang ditampilkan. “Cuma ada beberapa kesenian Sunda yang masih eksis, biasanya hadir saat momen atau acara tertentu,” jelasnya.

Kesenian Sunda kerap mewarnai berbagai acara penting seperti pernikahan, khitanan, hingga peringatan hari jadi kota. Salah satu kesenian yang masih sering ditampilkan adalah Tari Jaipong. Tarian ini merupakan tarian tradisional yang memadukan gerakan dinamis dari tari ketuk tilu, ronggeng, dan pencak silat, diiringi musik tradisional seperti kliningan dengan laras salendro dan pelog. “Tari Jaipong masih jadi primadona di berbagai acara kesenian maupun hajatan di tanah Sunda,” kata Teh Iis. Ia juga menjelaskan bahwa nama tarian Jaipong biasanya disesuaikan dengan lagu pengiringnya, seperti lagu Daun Pulus, maka tarinya pun disebut Jaipong Daun Pulus.

Selain Jaipong, ada pula Wayang Golek, seni pertunjukan boneka kayu tiga dimensi yang menyerupai tokoh-tokoh pewayangan. Berbeda dengan wayang kulit yang disaksikan dari bayangannya, penonton wayang golek menikmati pertunjukan secara langsung dari bentuk bonekanya. “Kesenian ini masih eksis, apalagi di acara-acara hajatan, biasanya dimulai dari jam 9 malam sampai subuh, mirip seperti wayang kulit,” tambah Teh Iis.

Kesenian lainnya yang juga mencuri perhatian adalah Tari Merak, sebuah tarian yang terinspirasi dari keindahan dan keanggunan burung merak. Penari mengenakan kostum menyerupai bulu merak dengan gerakan lembut nan elegan, sangat cocok untuk menyambut pengantin pria dalam acara pernikahan adat Sunda.

Ada juga kesenian khas dari Sumedang berupa atraksi Kuda Renggong. Kesenian ini melibatkan kuda yang sudah dilatih untuk menari mengikuti irama musik, biasanya gamelan atau kendang pencak. Namun kini, musik pengiringnya bisa lebih beragam, termasuk musik dangdut. “Kuda yang digunakan harus berbadan tegap dan kuat, karena selain menari, ia juga membawa penonton dalam atraksi tersebut,” jelas Teh Iis.

Tak hanya itu, masih banyak kesenian Sunda lainnya yang tetap hidup di tengah masyarakat, seperti Bajidoran, Sisingaan, Blantek, Kecapi Suling, dan Cianjuran. Semua kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi media pelestarian nilai-nilai budaya dan identitas suku Sunda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....