Lagu Minang Penuh Makna, Petuah, dan Kisah Perantau

  • 09 Feb 2025 07:40 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Lagu-lagu daerah Sumatera Barat sangat beragam, mulai dari tema, melodi, hingga liriknya. Beberapa lagu yang cukup familiar di telinga, antara lain Ayam Den Lapeh, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Mudiak Batang Hari, dan Pulanglah Uda. Masing-masing lagu ini memiliki karakteristik unik yang memengaruhi budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

“Sebenarnya, di balik lagu-lagu Minang terdapat petuah-petuah, nasehat-nasehat, bahkan kebanyakan lagu Minang terinspirasi dari kehidupan nyata yang dialami,” kata Uda Refriman, pengisi acara Pesona Antar Komunitas Minang Pro 4 RRI Samarinda, Sabtu.

Uda Refriman, yang merupakan Koordinator Komunitas Minang Samarinda, mengatakan lagu Mudiak Batang Hari memiliki arti suatu tempat di ujung atau orang yang tinggal di ujung, sedangkan Batang Hari adalah sungai.

Selain itu, orang Minang dikenal sebagai perantau, karena jiwanya memang merantau, terutama laki-laki. Biasanya, mereka yang sudah lulus sekolah lebih memilih merantau ketika tidak melanjutkan pendidikan berikutnya.

“Ada petuah dari Minang yaitu Karatau madang di hulu, Babuah babungo balun, Marantau bujang dahulu, Di rumah paguno balun, yang secara garis besar artinya, merantaulah dulu kalau di kampung belum berguna, kalau sudah berguna, balik ke kampung,” ujar Uda Refriman, ditulis Ahad (9/2/2025).

Lebih lanjut, dia mengatakan dengan petuah itu, merantau sudah mendarah daging pada orang Minang. Bahkan, laki-laki Minang itu tidak memiliki kamar sendiri, yang akhirnya membuat mereka merantau untuk mencari ilmu dan kehidupan yang lebih baik. Orang Minang yang kebanyakan merantau berasal dari daerah kabupaten-kabupaten yang ada di pesisir, karena pesisir disebut Kapalo Rantau (kepala wilayah rantau Minangkabau).

Oleh karena itu, lagu-lagu Minang banyak berisikan kisah-kisah mengenai petuah orang tua, rindu pulang kampung, suka duka perantau, dan kisah jauh dari kekasih. “Seperti lagu Minang Pulanglah Uda, di balik lagu ini ada kisah seorang anak gadis yang sedih di kampung halaman karena kekasihnya merantau dan tidak pulang-pulang,” ucap Uda Refriman.

Jadi, lagu-lagu Minang banyak disukai dan populer karena pesan, makna, dan kandungan moral yang terdapat dalam setiap liriknya, diimbangi dengan irama yang enak didengar. “Banyak orang suka lagu Minang, karena musiknya yang enak didengar dan liriknya yang kebanyakan terinspirasi dari kehidupan nyata, yang membawa pendengarnya hanyut dalam lantunan musiknya,” kata Uda Refriman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....