Festival 1.000 Bandeng, Tumbuhkan Ekonomi Lokal Kaltim dan Gemar Makan Ikan
- 23 Agt 2026 19:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Bagi Rumah Makan Torani, bandeng bukan sekadar menu yang tersaji di meja makan. Di balik olahan bandeng tanpa duri, ada pembudidaya, pekerja, pelaku UMKM, dan masyarakat yang ikut bergerak membersama usaha mereka.
Semangat itulah yang digaungkan dalam Festival 1.000 Bandeng yang digelar Torani pada Rabu, 19 Agustus 2026. Sebanyak seribu bandeng bakar dan bandeng goreng tepung dibagikan gratis kepada masyarakat melalui empat cabang Torani di Balikpapan dan Samarinda.
Kepala Cabang Torani Samarinda, Qintamani, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari rasa syukur atas perjalanan usaha Torani. Sebab, bandeng memang sudah menjadi bagian dari perjalanan Torani sejak mulai berkembang di Balikpapan sekitar 2005 hingga 2007.
“Kalau bagi kita itu adalah menu ciri khasnya Torani. Awalnya kita jual bandeng tanpa duri, semakin lama peminatnya makin banyak,” katanya.
Melihat tingginya animo masyarakat dan sebagai bentuk rasa syukur, tradisi berbagi seribu bandeng gratis mulai dilakukan Torani sejak 2015 dan terus digelar setiap tahun.
Namun tak hanya ingin berbagi makanan, Qintamani menuturkan, melalui kegiatan ini ia ingin membantu memberdayakan pelaku ekonomi akar rumput, mulai dari petani, penambak ikan, hingga pedagang sayur yang ada di sekitar usahanya.
"Awalnya cuma rasa syukur, di belakang itu kami ingin meningkatkan ekonomi lokal bagi penambak, memberdayakan masyarakat di Tarakan, karena ada usaha bandeng tanpa duri di sana yang bekerja sama dengan kami. Selain bandeng, kita air mineral juga kerja sama dengan perusahaan lokal," ucap Qintamani.

Kuliner Torani Ikut Memperkuat Daya Tarik Wisata Samarinda
Apa yang dibangun Torani bersama masyarakat melalui usaha kuliner dinilai juga ikut membawa dampak bagi Samarinda. Kehadiran rumah makan ini, ditambah kegiatan seperti Festival 1.000 Bandeng, membuat kuliner semakin punya tempat dalam perkembangan pariwisata Kota Tepian.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda, Diana Juliadi. Ia melihat Torani sebagai salah satu kuliner yang menarik untuk dikembangkan.
“Ini salah satu kuliner yang sangat menarik dan sangat membantu untuk mengembangkan UMKM. Dengan adanya Torani di sini bisa menambah kuliner yang ada di Kota Samarinda untuk menambah juga kunjungan wisata kita,” kata dia.
Mengamini pernyataan Diana, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda, Leny Marlina juga menuturkan hal serupa. Ia melihat Festival 1.000 Bandeng sebagai salah satu pintu masuk bagi wisatawan untuk lebih mengenal seluk beluk Kota Tepian.
Karena itu, Lenny pun berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar dan dikembangkan.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan yang seperti ini dan kami berharap semoga kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus ada di Kota Samarinda untuk menarik minat para wisatawan untuk hadir di Kota Samarinda dan melihat wisata-wisata yang lainnya,” ucap Leny.
Menumbuhkan Gemar Makan Ikan
Tak hanya menjadi perayaan kuliner dan upaya menggerakkan roda ekonomi daerah, Festival 1.000 Bandeng juga membawa pesan untuk mengajak masyarakat menyukai dan lebih mengenal ikan bandeng.
Sebab, ikan ini merupakan salah satu potensi pesisir Kaltim yang selain mudah diolah menjadi berbagai menu, juga tinggi gizi dan nutrisi yang baik.
Agar masyarakat semakin tertarik mengonsumsinya, menurut ahli kuliner profesional Indonesian Chef Association Kalimantan Timur, Supriyadi Hadisuparno, cara pengolahan bandeng menjadi hal yang penting.
Namun, ia mengakui bandeng Torani memiliki cita rasa yang khas, sehingga menjadi menu ikonik yang banyak diminati masyarakat.
"Memang saya rasa sangat lezat dan gurih. Bandengnya tidak bau tanah karena mungkin pemilihan ikannya yang segar. Ditambah tidak ada tulang, itu menjadi nilai plusnya sehingga orang bisa langsung langsung makan dan rasanya memang yang khas," ucap pria yang akrab disapa Chef Yadie itu.

Hal serupa juga disampaikan Istri Wakil Gubernur Kaltim sekaligus Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kaltim, Wahyu Hernaningsih Seno Aji. Lewat Festival 1.000 Bandeng, ia melihat masyarakat yang sebelumnya kurang menyukai ikan ini akhirnya tertarik setelah mencicipi makanan yang dibagikan.
“Dengan makan gratis tadi, dari yang enggak suka bandeng akhirnya ternyata enak ya bandengnya. Jadi tambah suka-suka dan semua gemar makan ikan,” ujarnya.
Menurut Wahyu, penting untuk menumbuhkan kebiasaan makan ikan, khususnya bagi anak-anak. Sebab, bandeng memiliki kandungan gizi yang tinggi dan baik untuk mendukung kesehatan, kecerdasan, serta tumbuh kembang generasi muda.
Selain menyinggung gemar makan ikan, Wahyu turut mengapresiasi festival ini karena telah memberikan manfaat terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
“Ini sangat luar biasa. Insya Allah dari rasa-rasa ini semua pergerakan ekonomi UMKM akan berjalan dengan dibelinya bandeng, dibelinya bahan-bahan masakannya. Insya Allah semua akan bergulir dengan ekonomi kerakyatan,” ucap Wahyu.
Itulah pesan di balik Festival 1.000 Bandeng Torani. Bandeng yang tersaji di meja makan ternyata juga menghidupkan banyak usaha di belakangnya. Dari petani dan penambak yang menyediakan bahan, hingga masyarakat yang ikut menikmati manfaatnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....