Kisah Samatelur dan Telor Kita Bangun Inovasi Pakan Limbah Udang di Kaltim

  • 22 Jul 2026 07:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Industri peternakan di Kalimantan Timur kini diramaikan oleh terobosan inovatif dari PT Ekosistem Ternak Borneo melalui lini bisnis Telor Kita dan Samatelur. Perusahaan ini berhasil menciptakan formulasi pakan ayam petelur berbasis limbah kepala udang yang diolah menjadi pakan fungsional kaya nutrisi.

Inovasi tersebut lahir dari hasil riset mandiri yang berlangsung selama lebih dari dua tahun. Langkah ini diambil guna memanfaatkan limbah industri tambak udang lokal yang sebelumnya menjadi beban lingkungan bagi masyarakat pesisir.

Melalui formulasi pakan khusus tersebut, PT Ekosistem Ternak Borneo mampu memproduksi telur kaya Omega-3 berkualitis tinggi. Untuk memperluas jangkauan pasar, bisnis ini menghadirkan dua kategori produk unggulan, yakni brand Telor Kita untuk segmen premium cage-free serta brand Samatelur untuk segmen ekonomis.

Pemilik Telor Kita dan Samatelur, Bambang Saputro, mengungkapkan bahwa keberhasilan produk ini terletak pada efisiensi riset pakan serta pemanfaatan bahan aditif berkualitas. Pihaknya bahkan memadukan formulasi lokal dengan bahan penunjang standar internasional.

"Kami meriset pakan fungsional berbahan dasar limbah kepala udang ini selama dua tahun lebih. Selain itu, untuk menunjang kualitas Omega-3, kami juga menambahkan ekstrak alga khusus serta probiotik pendukung," ujar Bambang Saputro saat ditemui di kantor operasionalnya, Jalan Suryanata Komplek Batu Putih Blok F, Samarinda, pada Senin. 20 Juli 2026.

Dari sisi kinerja operasional dan bisnis, pertumbuhan kapasitas produksi perusahaan terbilang sangat signifikan. Dimulai dari skala kecil beberapa tahun lalu, kini penetrasi pasar Telor Kita dan Samatelur terus meluas di kawasan Kalimantan Timur.

"Awal mula beroperasi, kami hanya mampu menjual sekitar 40 piring per minggu. Saat ini, produksi kami sudah menembus angka 1.500 piring per minggu dan kami targetkan dapat mencapai 2.000 hingga 3.000 piring per minggu di akhir tahun ini," kata Bambang menambahkan.

Guna menunjang pertumbuhan bisnis skala besar, perusahaan merencanakan modernisasi fasilitas produksi dengan menghadirkan mesin sortir otomatis dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat memangkas durasi proses sortir manual sehingga telur dapat diterima konsumen dalam kondisi lebih segar.

Dalam jangka panjang, PT Ekosistem Ternak Borneo menargetkan ekspansi jaringan distribusi secara masif. Perusahaan membidik target pasokan hingga 50.000 piring telur Omega per minggu untuk memenuhi kebutuhan pasar Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....