Kisah Inspiratif: Aipda Taufik, Sang Bhayangkara Penjaga Bumi dari Balikpapan

  • 29 Jun 2026 20:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Suara kicauan burung dan satwa penghuni hutan mangrove terdengar samar pada Senin 29 Juni 2026 sore. Suasana teduh yang jauh dari terik matahari menjadi waktu ideal untuk melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan konservasi Margomulyo, Kota Balikpapan.

Di tengah lumpur dan rimbunnya pepohonan mangrove, tampak sosok sederhana namun penuh dedikasi, yakni Aipda Taufik Ismail, personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur.

Dengan tangan yang berlumur lumpur, PS Panit 2 Binmas Air dan Potdirga Ditpolairud Polda Kaltim itu bersama rekannya, Bripka Purwanto, sibuk menata ribuan bibit mangrove yang akan ditanam. Di sela kegiatan tersebut, ia berbagi cerita mengenai upayanya menjaga kelestarian lingkungan yang mengantarkannya meraih Penghargaan Kalpataru 2026.

Bagi Aipda Taufik, menjaga lingkungan bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati. Berkat konsistensinya, kawasan konservasi mangrove di Margomulyo yang sebelumnya dipenuhi sampah dan mengalami kerusakan habitat kini berubah menjadi kawasan hijau, asri, dan produktif.

"Dulu di sini hanyalah tumpukan sampah. Bersama rekan-rekan, termasuk Bripka Purwanto, kami berhasil membersihkan sekitar 20 pikap sampah sehingga kini tidak ada lagi tumpukan sampah di kawasan ini," ujarnya.

Kecintaannya terhadap lingkungan mengantarkannya meraih penghargaan tertinggi di bidang pelestarian lingkungan hidup tersebut. Penghargaan tingkat nasional itu diraih berkat konsistensinya menjalankan berbagai program rehabilitasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut ditopang oleh sejumlah langkah nyata, antara lain melakukan penanaman dan perawatan ribuan bibit mangrove bersama komunitas lokal, memberdayakan masyarakat sebagai garda terdepan pelestarian pesisir, menjaga kawasan dari pembalakan liar dan pencemaran sampah, serta memberikan edukasi mengenai fungsi ekologis mangrove kepada pelajar hingga mahasiswa.

Dedikasi Aipda Taufik mendapat apresiasi dari institusi Polri. Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol. Yuliyanto, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih anggotanya tersebut.

"Penghargaan Kalpataru ini menjadi bukti bahwa anggota Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu menjadi pelopor aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan hidup dan masyarakat," ujar Yuliyanto.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi kado istimewa bagi Polda Kalimantan Timur menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Dedikasi Aipda Taufik Ismail diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri dan masyarakat untuk terus berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....