Menikmati Panorama Senja Makkah dan Pusat Kuliner Nusantara Bukit Khandamah

  • 23 Mei 2026 07:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Makkah – Tanah Suci Makkah selalu meninggalkan kesan mendalam bagi para jemaah yang pernah menapakinya. Bukan hanya karena kekhusyukan ibadah haji atau umrah yang menjadi tujuan utama, tetapi juga pengalaman sederhana yang tersimpan di sela perjalanan spiritual. Salah satunya saat mengunjungi Bukit Khandamah atau Jabal Khandamah, kawasan perbukitan yang menawarkan panorama Makkah dari ketinggian sekaligus menghadirkan rasa akrab lewat kuliner Nusantara.

Terletak tidak jauh dari Masjidil Haram, Bukit Khandamah berjarak sekitar 3 hingga 5 kilometer, tergantung titik keberangkatan. Perjalanan menuju lokasi ini memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Bus yang membawa jamaah melintasi jalan menanjak dan berkelok, perlahan meninggalkan hiruk-pikuk pusat Kota Makkah menuju kawasan perbukitan batu yang khas.

Bukit Khandamah berada di kawasan timur Masjidil Haram, dekat area Syi’ib Amir. Dari tempat ini, hamparan Kota Makkah tampak luas. Jemaah dapat menyaksikan kemegahan Masjidil Haram, Ka’bah, hingga Abraj Al Bait Clock Tower yang menjulang tinggi di tengah kota. Dari ketinggian, Makkah terlihat bukan hanya sebagai pusat ibadah umat Islam, tetapi juga kota yang hidup di antara batuan gurun dan cahaya yang tak pernah benar-benar padam.

Mengunjungi Bukit Khandamah seolah memberi ruang untuk menepi sejenak dari keramaian. Kontur bukit berbatu, angin yang berembus pelan, dan suasana lebih tenang membuat banyak jemaah memilih duduk di bebatuan sambil menikmati pemandangan. Saat sore menjelang magrib, langit mulai berubah warna, sementara lampu-lampu Masjidil Haram perlahan menyala. Pemandangan itu menjadi momen favorit jemaah untuk berfoto, memandang matahari terbenam, atau sekadar diam menikmati suasana.

Namun, untuk mendapatkan sudut pandang terbaik, tak sedikit jemaah harus menaiki bebatuan di lereng bukit. Karena itu, alas kaki yang nyaman menjadi perlengkapan penting. Kondisi jalur yang berbatu dan cukup menanjak membuat perjalanan kecil menuju titik terbaik terasa seperti bagian dari pengalaman itu sendiri.

Para jemaah yang sedang menikmati keindahan senja di Bukit Khandamah (Foto: RRI/Ratih)

Di tengah bentang batu yang kering dan suasana gurun yang khas, ada hal yang terasa akrab bagi jemaah Indonesia. Banyaknya pengunjung asal Tanah Air di kawasan ini menjadi magnet bagi pedagang kuliner Nusantara. Aroma bakso, mi ayam, hingga pempek menyelinap di antara udara sore, menghadirkan rasa rumah di tengah perjalanan ibadah.

Salah satu pedagang adalah Mama Reza, warga negara Indonesia yang telah 10 tahun bermukim di Makkah. Ia membuka lapak kuliner sederhana di Bukit Khandamah dan mencoba peruntungan baru dengan menjajakan makanan Indonesia bagi jemaah yang datang.

“Saya sudah bekerja di sini sepuluh tahun, ikut majikan saya. Sekarang saya jualan di sini,” ujar Mama Reza.

Ragam kuliner Nusantara dijual dengan harga sekitar 15 riyal. Meski cita rasanya belum sepenuhnya sama seperti masakan asli Indonesia, menikmati makanan khas kampung halaman di Tanah Suci tetap meninggalkan kesan berbeda. Tikar-tikar terbentang di sudut bukit, memberi ruang bagi jemaah untuk duduk santai sambil menikmati sajian, berbincang, atau menunggu datangnya senja.

Ragam kuliner Indonesia yang dijajakan di Bukit Khandamah ( Foto : RRI/Ratih)

Selain panorama dan kulinernya, Bukit Khandamah juga memiliki nilai sejarah yang erat dengan perjalanan dakwah Islam di Kota Makkah. Dalam sejumlah riwayat, kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah strategis pada masa awal Islam. Bukit ini disebut pernah menjadi jalur perlintasan masyarakat Quraisy dan berkaitan dengan aktivitas dakwah Rasulullah saw. saat menghadapi tekanan kaum musyrikin Quraisy. Letaknya yang berada di dataran tinggi juga menjadikannya titik penting untuk memantau kondisi Kota Makkah dari kejauhan.

Tak adanya area parkir khusus membuat kendaraan kerap berhenti di sisi jalan. Jemaah pun biasanya melanjutkan langkah dengan hati-hati menapaki bebatuan. Namun, keterbatasan itu tak mengurangi daya tarik Bukit Khandamah.

Bagi banyak jemaah, Bukit Khandamah bukan sekadar destinasi singgah. Ia menghadirkan perpaduan antara panorama, jejak sejarah, dan rasa rindu kampung halaman. Di tempat inilah, jemaah bukan hanya memandang Makkah dari ketinggian, tetapi juga menemukan ketenangan di sela perjalanan spiritual yang penuh makna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....