Kisah Haru Tiga Anak Merawat Ibu Sakit Stroke di Jalan Biawan, TRC PPA Bantu Kawal

  • 18 Mei 2026 14:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Di sebuah gang sempit di Jalan Biawan, Gang Semangat, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, tiga anak laki-laki bertahan hidup di rumah kayu yang nyaris roboh sambil merawat ibu mereka yang terbaring sakit stroke selama setahun terakhir.

Kondisi keluarga itu pertama kali diketahui Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur setelah menerima laporan warga melalui media sosial pada Sabtu, 9 Mei 2026. Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun mengatakan, pihaknya langsung turun ke lokasi sehari setelah laporan diterima.

“Saya dikirimkan kondisi rumahnya lewat Facebook. Besoknya kami langsung datang koordinasi dengan RT, Babinsa, Babinkamtibmas, PSM, TKSK sampai kecamatan,” ujar Rina, dikutip pada Senin, 18 Mei 2026.

Saat tiba di lokasi, TRC PPA mendapati seorang ibu hanya bisa terbaring lemah di dalam rumah kayu yang sudah tidak layak dihuni. Lantai rumah jebol, atap bocor, dan hampir seluruh bagian rumah dalam kondisi memprihatinkan.

“Kasurnya lembab dan berjamur karena sering kena air hujan. Air bersih tidak ada, MCK juga tidak layak. Kalau dibiarkan bisa jadi sumber penyakit,” kata dia.

Di tengah kondisi itu, tiga anak laki-lakinya tetap bertahan merawat sang ibu. Anak sulung bekerja mengambil dua pekerjaan sekaligus demi memenuhi kebutuhan keluarga. Ia bahkan harus berjalan kaki pulang-pergi sekitar empat kilometer setiap hari.

Rina menyebut, anak pertama kini mengambil peran sebagai kepala keluarga sejak ibunya sakit. Sementara sang adik memilih berhenti sekolah demi menjaga ibunya di rumah.

“Anak nomor dua tidak sekolah dan tidak bekerja karena fokus merawat ibunya. Sedangkan anak ketiga yang masih 12 tahun ikut membantu kakaknya menjadi pemulung,” ucapnya.

Menurut Rina, pengabdian ketiga anak itu kepada ibunya menjadi pemandangan yang paling menyentuh saat dirinya datang ke rumah tersebut. Di tengah keterbatasan, mereka tetap berusaha menjaga dan merawat ibunya tanpa meninggalkan beliau sendirian.

Rumah yang mereka tempati diketahui merupakan rumah warisan keluarga. Namun, bantuan bedah rumah yang direncanakan pemerintah masih terkendala status alas rumah.

Karena itu, TRC PPA meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat tanpa berlarut pada persoalan administrasi, mengingat kondisi keluarga tersebut dinilai sudah darurat.

“Ini enggak bisa diabaikan. Ibunya sakit, anak-anak tidak sekolah, rumahnya juga sangat tidak layak huni. Yang penting sekarang bantu dulu,” ujar Rina.

Untungnya, saat ini sang ibu telah mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan setelah mendapat bantuan koordinasi dari Ibu Wakil Gubernur Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah sekarang sudah dirawat. Selama ini beliau sakit tapi tidak pernah dibawa ke rumah sakit,” kata Rina, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....