Menjaga Masa Depan Hutan dari Mentawir, Ribuan Bibit Disiapkan untuk Rehabilitasi
- 27 Apr 2026 20:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara - Di tengah kawasan hijau Mentawir, aktivitas tak biasa berlangsung setiap hari. Ratusan ribu hingga jutaan bibit tanaman tumbuh rapi di dalam area persemaian, dirawat dengan telaten sebagai bagian dari upaya besar memulihkan dan menjaga ekosistem hutan di Kalimantan Timur, khususnya di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Pusat Persemaian Mentawir menjadi salah satu fasilitas strategis dalam mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan. Di tempat ini, berbagai jenis tanaman kehutanan dan tanaman endemik Kalimantan dibibitkan, mulai dari tanaman keras hingga tanaman penutup lahan yang berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem.
Pelaksana Pusat Persemaian Mentawir, Awaluddin, menjelaskan persemaian ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam skala besar.
“Di sini kami memproduksi berbagai jenis bibit tanaman, baik untuk rehabilitasi hutan maupun penghijauan kawasan. Kapasitasnya memang disiapkan dalam jumlah besar untuk mendukung program pemulihan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, proses pembibitan tidak sekadar menanam dan menunggu tumbuh. Setiap tahapan dilakukan dengan standar tertentu, mulai dari pemilihan benih, penyemaian, pemeliharaan, hingga siap tanam.
“Bibit yang dihasilkan harus berkualitas, karena akan ditanam di berbagai kondisi lahan. Jadi perawatannya harus benar-benar diperhatikan,” katanya.
Bibit-bibit yang diproduksi di Persemaian Mentawir nantinya akan disebar dan ditanam di berbagai wilayah, mulai dari kawasan Ibu Kota Nusantara, hutan-hutan di Kalimantan Timur, hingga wilayah Kalimantan Utara. Upaya ini menjadi bagian dari langkah besar rehabilitasi lahan serta penguatan tutupan hutan di kawasan Kalimantan.
Di dalam kawasan persemaian, terlihat deretan bedeng tanaman yang tertata rapi. Beberapa bibit berada di dalam greenhouse untuk menjaga kelembapan dan suhu, sementara lainnya ditempatkan di ruang terbuka untuk proses adaptasi sebelum ditanam di lapangan.
Tak hanya berfungsi sebagai tempat produksi bibit, Persemaian Mentawir juga menjadi pusat edukasi lingkungan. Sejumlah pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum kerap datang untuk belajar langsung tentang pentingnya menjaga hutan dan proses pembibitan tanaman.
Awaluddin menilai keberadaan persemaian ini memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan. “Ini bukan hanya soal menanam pohon, tapi bagaimana kita memastikan hutan tetap ada untuk generasi berikutnya. Persemaian ini adalah langkah awal dari itu,” ucapnya.
Dengan ribuan hingga jutaan bibit yang terus diproduksi, Pusat Persemaian Mentawir menjadi simbol harapan bagi upaya pemulihan lingkungan di Kalimantan. Dari tempat inilah, kehidupan baru bagi hutan-hutan yang rusak mulai disemai, tumbuh, dan suatu saat akan kembali menghijaukan bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....