Menyusuri Kanopi Hutan Tropis, Serunya Wisata ke Bukit Bangkirai

  • 27 Apr 2026 19:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara - Udara lembap khas hutan tropis langsung terasa begitu memasuki kawasan Bukit Bangkirai. Suara burung bersahutan dari balik pepohonan tinggi, sementara semilir angin membawa aroma tanah basah yang menenangkan. Di tengah rimbunnya hutan hujan tropis Kalimantan Timur, tempat ini menawarkan pengalaman wisata yang bukan sekadar melihat, tetapi merasakan langsung kehidupan alam yang masih terjaga.

Langkah demi langkah membawa pengunjung semakin dalam ke kawasan hutan, hingga akhirnya tiba di daya tarik utama: canopy bridge. Jembatan gantung yang menghubungkan pohon-pohon bangkirai raksasa ini berada di ketinggian sekitar 30 meter dari permukaan tanah. Dari bawah, jembatan itu tampak sederhana. Namun begitu kaki mulai menapakinya, sensasi berbeda langsung terasa. Goyangan halus di setiap pijakan berpadu dengan pemandangan hamparan hijau yang membentang luas di bawah, menciptakan perpaduan antara adrenalin dan kekaguman.

Wisatawan asal Samarinda, Rofi Al Munawar, mengaku pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama kunjungannya. “Awalnya agak takut karena tinggi, tapi setelah sampai di atas rasanya luar biasa. Pemandangannya indah sekali dan udaranya sangat segar,” ujarnya.

Ia menyebut suasana alami yang ditawarkan Bukit Bangkirai sulit ditemukan di tengah kesibukan kota. “Di sini kita benar-benar bisa menikmati alam. Suara hutan, udara segar, semuanya bikin pikiran jadi rileks,” katanya.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, kawasan ini juga menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati khas hutan hujan tropis Kalimantan. Pepohonan bangkirai yang menjulang tinggi, sebagian diperkirakan berusia ratusan tahun, menciptakan lapisan kanopi yang rapat, menjadi habitat alami bagi berbagai jenis flora dan fauna. Di sela-sela batang pohon, tumbuh tanaman epifit, lumut, hingga anggrek liar yang menempel dan hidup bergantung pada kelembapan hutan.

Suara alam yang terdengar sepanjang perjalanan bukan tanpa makna. Kicauan burung, gesekan ranting, hingga dengung serangga menjadi penanda bahwa ekosistem di dalamnya masih hidup dan berfungsi. Beberapa jenis satwa liar seperti monyet ekor panjang, tupai, hingga burung endemik Kalimantan sesekali terlihat atau terdengar dari kejauhan, menambah kesan petualangan yang autentik.

Tak hanya jembatan kanopi, jalur trekking yang membelah hutan turut menjadi daya tarik tersendiri. Pepohonan tinggi yang telah berdiri selama puluhan bahkan ratusan tahun menciptakan suasana teduh yang memayungi perjalanan. Di sepanjang jalur, pengunjung seolah diajak memahami bahwa hutan tropis bukan hanya kumpulan pohon, tetapi sistem kehidupan yang saling terhubung.

Bagi sebagian pengunjung, Bukit Bangkirai bukan hanya tempat untuk berwisata, tetapi juga ruang untuk menenangkan diri. Gazebo-gazebo yang tersebar di beberapa titik sering dimanfaatkan untuk sekadar duduk, menghela napas panjang, dan menikmati udara yang bersih tanpa polusi. Rofi pun menilai keunggulan tempat ini terletak pada keasrian alamnya yang masih terjaga.

“Menurut saya, ini bukan cuma tempat liburan, tapi juga tempat untuk menyegarkan pikiran. Alamnya masih alami dan itu yang membuatnya istimewa,” ucapnya.

Di balik keindahannya, Bukit Bangkirai mengingatkan bahwa hutan tropis adalah salah satu kekayaan paling berharga yang dimiliki Kalimantan. Keanekaragaman hayati di dalamnya bukan hanya penting bagi ekosistem, tetapi juga bagi kehidupan manusia. Setiap langkah di atas jembatan, setiap jejak di jalur hutan, menjadi bagian dari pengalaman yang akan terus dikenang, selama manusia tetap menghargai dan merawatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....