Cuaca Ekstrem di Selat Makassar, Hasil Nelayan Manggar Balikpapan Anjlok 50 Persen

  • 23 Apr 2026 19:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Cuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Makassar sepanjang awal tahun 2026 menjadi tantangan berat bagi para nelayan pancing di wilayah Manggar, Balikpapan. Angin kencang yang tak kunjung reda mengakibatkan hasil tangkapan merosot drastis hingga lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

La Nawa, salah satu nelayan setempat, mengungkapkan kondisi tahun ini sangat kontras dengan masa panen tahun lalu. Jika biasanya nelayan mampu membawa pulang 2 hingga 3 ton ikan dalam sekali melaut, kini mendapatkan 5 kuintal hingga 1 ton saja sudah terbilang sulit.

"Tahun ini angin sangat kencang. Biasanya kami panen, tapi sekarang untuk mendapat hasil yang maksimal sangat susah. Semua tergantung rezeki masing-masing di tengah kondisi alam seperti ini," ujar La Nawa ditemui pada Kamis, 23 April 2026.

Penurunan volume tangkapan ini berdampak langsung pada meroketnya harga ikan di pasaran, terutama untuk jenis komoditas unggulan. Ikan kakap kini menyentuh harga Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram. Begitu pula dengan ikan jenis terakulu yang bertahan di kisaran Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram. Sementara itu, ikan kecil seperti katombong dan layang relatif stabil di harga Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Meski biaya operasional membengkak dan risiko di laut meningkat, sekitar 25 unit kapal pancing di Manggar tetap memilih untuk berangkat melaut hingga ke perairan Ujung Pandang.

"Kalau tidak melaut, bagaimana mau belanja beras untuk keperluan rumah tangga? Bagaimanapun caranya, kami harus tetap turun ke laut," ujarnya La Nawa.

Bagi para nelayan, tidak ada pilihan selain bersyukur dan bersabar menunggu cuaca mereda. Mereka berharap kondisi alam segera membaik agar kelancaran mencari nafkah kembali normal. "Cuaca itu ciptaan Tuhan, tidak bisa diubah. Kami hanya bisa menunggu angin turun, muat es, lalu berangkat lagi," ucapnya.

Haris, salah satu pedagang ikan di Pasar Klandasan, mengatakan harga sempat melonjak drastis sekitar 10 bulan yang lalu, namun kini menurun sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram untuk beberapa jenis ikan.

"Kalau kemarin habis (gelombang tinggi), naiknya drastis. Penyebabnya ya dasarnya ada gelombang besar. Alhamdulillah, sekarang harga ikan sudah agak ada sedikit penurunan," ujar Haris.

Saat ini, harga ikan bandeng di pasaran tertinggi mencapai Rp40.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat berada di angka Rp40.000 hingga Rp50.000. Untuk ikan tongkol, harga pasaran berada di kisaran Rp30.000, sementara tuna mencapai Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Haris menambahkan tingkat kunjungan pembeli cenderung sepi, yang menurut pengamatannya sering terjadi bertepatan dengan musim haji.

Meski diterpa ketidakpastian cuaca, para pedagang di Pasar Klandasan berharap situasi pasokan ikan kembali normal agar harga kembali stabil dan menarik minat pembeli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....