Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Segiri Berjuang Bangun Lapak Dari Nol

  • 28 Mar 2026 15:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran yang melanda Pasar Segiri Samarinda pada Kamis, 26 Maret 2026 sekitar dini hari menyisakan kerugian besar bagi para pedagang. Sejumlah lapak beserta barang dagangan hangus terbakar, membuat sebagian dari merek harus memulai usaha dari nol.

Salah satu pedagang es batu dan udang, Arjuna (50), mengatakan kebakaran terjadi saat aktivitas pasar sedang berlangsung seperti biasa. Ia menyebut, Pasar Segiri memang sudah mulai ramai sejak tengah malam.

“Di sini biasanya mulai ramai sekitar jam 12 malam sampai jam 1. Saat itu kami sudah jualan seperti biasa,” kata Arjuna, dikutip pada Sabtu 28 Maret 2026.

Arjuna menuturkan kobaran api pertama kali terlihat dari area kios sayur yang berada di bagian tengah pasar. Dalam waktu singkat, situasi berubah semakin tidak kondusif karena api dengan cepat membesar. Kepanikan semakin terasa ketika terdengar beberapa kali suara ledakan di sekitar lokasi kejadian.

Di tengah kepanikan, Arjuna bersama keluarganya berusaha menyelamatkan sebagian barang dagangan yang masih bisa dijangkau. Dari sekitar 30 unit kulkas miliknya, hanya sebagian yang berhasil dievakuasi sebelum api semakin membesar.

“Yang kena api ada tiga kulkas, sekitar 10 sempat diselamatkan anak saya,” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, Arjuna memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai puluhan juta rupiah. Meski begitu, ia berencana kembali berjualan dengan memperbaiki lapak seadanya agar aktivitas usaha bisa segera berjalan kembali.

Senasib dengan Arjuna, pedagang sayur di Pasar Segiri bernama Ida (44), mengatakan seluruh dagangannya hangus karena api dengan cepat menyebar di area kios sayur.

“Sayur-sayuran habis semua. Tidak sempat diselamatkan karena api cepat sekali membesar,” kata Ida.

Ia menjelaskan, saat kebakaran terjadi aktivitas pasar sebenarnya sudah cukup ramai. Para pedagang tengah melakukan bongkar muat barang maupun melayani pembeli. Namun, besarnya kobaran api membuat pedagang tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan barang dagangan.

Akibatnya, Ida mengungkapkan, mereka harus membeli kembali barang dari awal untuk bisa kembali berdagang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....