Cerita Dapur Ramadan Masjid Negara IKN, 600 Mangkok Takjil Disiapkan Setiap Sore

  • 17 Mar 2026 06:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara - Aktivitas di dapur Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) tampak sibuk selama Ramadan. Dari tempat inilah ratusan porsi takjil disiapkan untuk jamaah yang berbuka puasa di kawasan IKN.

Salah satu pekerja dapur, Yeni, mengatakan dirinya didatangkan dari Balikpapan untuk membantu menyiapkan hidangan berbuka puasa selama Ramadan.

“Saya warga Balikpapan, tapi dipekerjakan di masjid IKN untuk menyiapkan buka puasa selama sebulan,” ujarnya, kepada rri.co.id, Selasa, 17 Maret 2026.

Selama 30 hari, Yeni bersama dua pekerja dapur lainnya menyiapkan hidangan takjil bagi jamaah yang datang berbuka puasa di Masjid Negara IKN. Mereka dikontrak khusus selama Ramadan untuk memasak menu berbuka setiap hari.

Setiap hari mereka menyiapkan ratusan porsi makanan untuk jamaah. Menu yang disajikan juga bervariasi, tetapi tidak jauh dari hidangan bubur.

“Ada sekitar 600 mangkuk setiap hari. Menunya bervariasi, biasanya bubur rempah seperti bubur nusantara atau bubur asyura,” ujar Dwi, pekerja dapur di Masjid IKN lainnya.

Antusiasme masyarakat untuk berbuka puasa di Masjid Negara IKN, menurut mereka, sangat tinggi. Setiap sore area masjid dipenuhi jamaah yang datang menjelang waktu berbuka.

“Ramai sekali, luar biasa ramai,” kata Yeni dan Dwi.

Jamaah yang datang tidak hanya berasal dari pekerja di kawasan IKN. Sebagian lainnya merupakan pengunjung dari berbagai daerah yang datang sekaligus untuk berbuka puasa di masjid tersebut.

“Ada juga yang dari luar daerah, bahkan dari Banjar, Kalimantan Selatan,” ujar Yeni.

Pada hari kedua Ramadan, masjid ini juga sempat dikunjungi Menteri Agama yang berbuka puasa sekaligus melaksanakan salat tarawih di Masjid Negara IKN. Saat itu, hidangan yang disajikan untuk jamaah adalah bubur asyura.

Menurut Yeni, makanan yang disiapkan hampir selalu habis dibagikan kepada jamaah. Bahkan, tidak jarang jamaah juga membawa pulang makanan yang masih tersisa.

“Biasanya habis, kadang ada juga yang dibawa pulang,” ujarnya.

Selama bekerja di kawasan IKN, para pekerja dapur juga disediakan tempat beristirahat di kawasan rest area. Selain itu meteka juga menerima upah Rp100 ribu per hari.

“Kalau di luar Ramadan biasanya saya kerja di katering di rest area,” kata Yeni, mrnambahkan.

Meski harus bekerja di kawasan yang cukup jauh dari kota, Yeni dan Dwi mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan Ramadan di Masjid Negara IKN. Mereka berharap pembangunan IKN ke depan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan IKN ke depannya makin jaya, sukses, dan lancar,” ucap Yeni.

Sementara itu, Dwi mengaku menikmati pengalaman bekerja di kawasan IKN. Menurutnya, selain bekerja, kesempatan tersebut juga menjadi pengalaman baru melihat langsung perkembangan kawasan ibu kota baru.

“Sekalian jalan-jalan,” ujar Dwi, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....