Jejeran Bus Kuning Mengantar Rindu Pemudik
- 13 Mar 2026 13:19 WIB
- Samarinda
Di halaman Terminal Tipe A Samarinda Seberang, deretan bus berwarna kuning tampak berdiri rapi. Badannya yang besar memantulkan cahaya matahari pagi, sementara suara mesin yang sesekali dinyalakan menambah hiruk pikuk suasana terminal.
Beberapa sopir terlihat memeriksa bagian kendaraan, mulai dari ban hingga kaca spion. Di sisi lain, petugas terminal berjalan dari satu armada ke armada lain memastikan setiap kendaraan siap beroperasi.
Sementara itu di ruang tunggu lantai dua, para calon penumpang duduk berdampingan. Ada yang menatap layar ponsel, ada yang berbincang pelan dengan keluarga, dan tak sedikit yang sesekali memandang ke arah halaman terminal, menunggu bus yang akan membawa mereka pulang.
Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, aktivitas di terminal ini mulai mengalami peningkatan. Arus penumpang perlahan bertambah, menandai dimulainya pergerakan mudik masyarakat.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, kepada rri.co.id Jum'at 13 Maret 2026, mengatakan kondisi keberangkatan dan kedatangan penumpang di terminal mulai menunjukkan kenaikan dibanding hari-hari sebelumnya.
"Adapun kondisi keberangkatan dan kedatangan penumpang serta armada di terminal kami sudah mulai ada kenaikan. Termasuk jumlah kendaraan yang berangkat hari ini ada sembilan unit. Dibandingkan tahun-tahun lalu antusiasnya terlihat lebih baik," katanya.
Di antara bus-bus yang bersiap berangkat, petugas juga terlihat melakukan pemeriksaan kendaraan atau ram check. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan setiap armada dalam kondisi laik jalan sebelum mengangkut penumpang.
Yunita menjelaskan, proses pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap hari sebelum bus diberangkatkan dari terminal.
"Ram check dilakukan setiap hari sebelum kendaraan berangkat dengan estimasi sekitar sepuluh menit. Jika kami temukan ada item yang tidak sesuai, maka armada tersebut tidak kami izinkan berangkat dan akan diganti dengan armada lain," ucap Yunita.
Di ruang tunggu terminal, seorang perempuan terlihat duduk bersama anaknya sambil memegang tiket perjalanan. Ia adalah Retno Faizah Wardana, pemudik asal Kalimantan Tengah yang akan melakukan perjalanan menuju Palangkaraya.
Bagi Retno, bus menjadi pilihan transportasi yang paling nyaman untuk perjalanan mudik bersama keluarga.
"Soalnya kalau naik bus itu enggak desek-desekan. Tempat duduknya sudah jelas. Saya nanti ke Banjarmasin dulu baru lanjut ke Palangkaraya. Mudah-mudahan perjalanan selamat dan aman," kata Retno.
Di area terminal, aparat kepolisian bersama sejumlah instansi juga terlihat bersiaga di pos pengamanan mudik. Posko ini disiapkan untuk membantu pengaturan arus penumpang sekaligus memastikan keamanan selama masa mudik.
Kanit Lantas Polsek Samarinda Seberang, Aiptu Wiyanto, mengatakan pengamanan melibatkan berbagai unsur guna menjaga kelancaran arus mudik di kawasan terminal.
"Pengamanan arus mudik ini melibatkan personel dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP untuk memastikan keamanan dan ketertiban penumpang selama masa mudik," ucap Wiyanto.
Menjelang siang, satu per satu penumpang mulai berdiri dari kursi ruang tunggu. Mereka membawa tas, koper, hingga kardus berisi oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.
Di halaman terminal, mesin bus mulai dinyalakan. Suara knalpot bercampur dengan panggilan petugas yang mengarahkan penumpang menuju armada masing-masing.
Di balik setiap perjalanan itu, ada rindu yang hendak ditunaikan—rindu pada keluarga, pada rumah, dan pada hangatnya kebersamaan saat hari raya tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....