Generasi Muda dan Pentingnya Kesadaran Polusi Lingkungan

  • 07 Jan 2026 11:28 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Isu polusi kini semakin penting untuk dibicarakan, terutama di kalangan generasi muda. Anggota World Cleanup Day Indonesia (WCDI) Borneo, Fatur Rahman, mengatakan polusi bukan hanya masalah orang dewasa atau pemerintah. “Polusi adalah bagian dari gambaran besar kita sedang mengalami krisis iklim. Anak muda harus aware dan speak up,” ujar Fatur dalam dialog Spada Pro2 Samarinda, Jumat (2/1/2026).

Fatur mengatakan, anak-anak bahkan usia lebih muda sudah mulai mempertanyakan perubahan cuaca yang ekstrem, seperti pagi hujan, siang panas, dan sore kembali hujan. “Mereka mungkin belum tahu bahwa ini akibat polusi dan krisis iklim. Kita harus menjelaskan dan meningkatkan kesadaran sejak dini,” kata Fatur.

Menurutnya, generasi muda harus berani bersuara karena mereka yang akan merasakan dampak polusi dalam jangka panjang. “Kita yang paling mengalami efeknya secara langsung. Maka dari itu, kita harus speak up dan berisik tentang masalah lingkungan,” ujar Fatur.

Selain polusi udara dan limbah, Fatur juga menyoroti fenomena polusi informasi. Ia mengucap, arus berita hoaks dan kabar duka tentang lingkungan maupun satwa dapat memengaruhi persepsi masyarakat. “Kita jadi muak karena terus disuguhi informasi negatif, itu juga bentuk polusi,” katanya.

Dalam aksi nyata, Fatur menekankan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan atau Green Lifestyle. Menurutnya, penggunaan botol minum pribadi, kantong belanja ramah lingkungan, dan pengurangan limbah plastik merupakan langkah sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari. “Kami mengedukasi teman-teman sekolah untuk menggunakan tumbler dan membawa kantong belanja sendiri, bukan hanya gaya-gayaan tapi mengurangi limbah,” ujar Fatur.

Konsistensi menjadi tantangan utama dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. “Awal memang semangat, tapi lama-lama kebiasaan lama kembali muncul. Konsistensi itu kuncinya,” kata Fatur. Ia menambahkan, kebiasaan membawa botol minum sendiri yang awalnya hanya kebutuhan sehari-hari kini menjadi bagian dari edukasi kepada orang lain.

Lebih jauh, Fatur menekankan pentingnya generasi muda menjadi role model dan trendsetter. Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda bisa memengaruhi perubahan sosial yang lebih luas. “Kita harus menjadi contoh nyata, bukan hanya sekadar memberi tahu. Edukasi lewat tindakan itu lebih berdampak,” kata Fatur.

Kesadaran terhadap polusi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab kolektif untuk masa depan yang lebih bersih dan sehat. Perubahan kecil yang konsisten akan memberikan dampak besar di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....