Kelompok Tani Sido Mulyo Perkuat Ketahanan Pangan Samarinda

  • 13 Des 2025 15:35 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Kelompok tani menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus wadah pembelajaran dan kerja sama bagi masyarakat di sektor pertanian dan peternakan. Di Kota Samarinda, Kelompok Tani Sido Mulyo yang berlokasi di Kelurahan Lempake Jaya menjadi contoh komunitas yang terus bertumbuh melalui kebersamaan, inovasi, dan pendampingan berkelanjutan.

Kiprah kelompok tani tersebut dibahas dalam Program Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Samarinda, Selasa (9/12/2025). Acara ini menghadirkan Ketua Kelompok Tani Sido Mulyo, Lusiyanto, serta Penyuluh Pertanian Kota Samarinda, Ratna, yang mengulas perjalanan, dinamika, dan capaian kelompok tani tersebut sejak kembali aktif.

Kelompok Tani Sido Mulyo sejatinya telah berdiri sejak era 1990-an. Namun, seiring perubahan wilayah Lempake dari kawasan pertanian menjadi permukiman, aktivitas organisasi sempat vakum cukup lama. Kelompok ini kemudian dihidupkan kembali pada 2017 atas kesepakatan bersama para anggotanya yang ingin kembali bergerak secara terorganisir.

“Kelompok tani ini sebenarnya tidak pernah benar-benar berhenti bertani, yang vakum itu organisasinya. Sejak 2017 kami sepakat membentuk kembali Kelompok Tani Sido Mulyo agar kegiatan pertanian dan peternakan bisa lebih terarah,” ujar Ketua Kelompok Tani Sido Mulyo, Lusiyanto.

Saat ini, Kelompok Tani Sido Mulyo beranggotakan 15 orang dan fokus mengembangkan pertanian hortikultura serta peternakan sapi secara terpadu. Pola pertanian berkelanjutan diterapkan dengan memanfaatkan limbah peternakan sebagai pupuk organik, sementara tanaman hijauan dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sehingga tercipta sistem yang saling menguntungkan.

Di bidang peternakan, kelompok ini berhasil mengembangkan ternak sapi secara intensif. Bermula dari bantuan 35 ekor sapi Bali pada 2021, jumlah ternak kini meningkat menjadi sekitar 50 ekor. Kelompok juga beralih ke sapi berukuran besar seperti simmental dan limousin karena dinilai lebih menguntungkan meski membutuhkan modal lebih besar.

Sementara itu, pada sektor pertanian hortikultura, Kelompok Tani Sido Mulyo telah menjalin kerja sama pemasaran hasil panen dengan pelaku usaha kuliner. Salah satunya melalui suplai rutin sayuran kangkung ke rumah makan, dengan sistem penjadwalan tanam dan panen bergilir antaranggota agar pasokan tetap terjaga.

Pendampingan dari penyuluh pertanian menjadi faktor penting dalam perkembangan kelompok ini. Penyuluhan dilakukan secara rutin melalui pertemuan kelompok untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani, termasuk dalam pengendalian hama, pengelolaan limbah, hingga manajemen usaha tani dan ternak.

“Kelompok Tani Sido Mulyo termasuk yang terbaik di wilayah Lempake Jaya. Mereka aktif, kompak, dan mampu bekerja sama dengan baik. Bahkan kelompok ini pernah meraih prestasi sebagai kelompok ternak intensif terbaik tingkat Kalimantan Timur,” ucap Ratna, Penyuluh Pertanian Kota Samarinda.

Keberhasilan Kelompok Tani Sido Mulyo menunjukkan bahwa pertanian dan peternakan masih memiliki daya tarik, termasuk bagi generasi muda. Dengan pengelolaan yang terorganisir, pendampingan berkelanjutan, serta inovasi usaha, kelompok tani tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....