Departemen Dakwah Salimah Perluas Jangkauan di Samarinda

  • 12 Des 2025 08:42 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Departemen Dakwah Salimah Samarinda memegang peran penting dalam penguatan edukasi spiritual dan sosial bagi perempuan di Kota Tepian. Ketua Departemen Dakwah Salimah Samarinda, Arwiyah, menjelaskan fokus utama departemen ini adalah merespons berbagai persoalan keluarga, termasuk meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga. “Itu yang memicu Salimah semakin aktif bergerak, karena kami melihat perempuan dan anak harus mendapatkan ruang perlindungan,” ucap Arwiyah, seperti dikutip dalam tayangan youtube RRI Samarinda, Jumat (12/12/2025).

Dalam sesi dialog Obrolan Komunitas Pro1 Samarinda itu, Arwiyah memaparkan dakwah Salimah tidak hanya berpusat di kawasan kota, tetapi juga menjangkau seluruh wilayah Samarinda hingga kecamatan-kecamatan di Palaran, Sambutan, dan Samarinda Utara. “Kami melakukan pendekatan menjemput bola. Setiap daerah kami sentuh melalui program dakwah dan kolaborasi,” katanya.

Salah satu program unggulan adalah Kajian Muslimah (Kamus) yang dilaksanakan setiap Sabtu di Masjid Alkautsar. Selain itu, kegiatan dakwah juga diperluas melalui struktur PC (Pimpinan Cabang) di berbagai kecamatan.

Departemen Dakwah juga mengelola program P2AY yang mengajak masyarakat berempati melalui penggalangan dana untuk wilayah terdampak musibah. Selain itu, ada Bayatul Quran Salimah (BQS), program pendidikan Al-Qur’an gratis bagi ibu-ibu dan anak-anak. “Kami bukan organisasi profit. Insyaallah pahala menjadi tujuan kami,” ucap Arwiyah.

Untuk memperkuat jaringan dakwah perempuan, Salimah membentuk Forum Silaturahmi Majelis Taklim (Forsil) yang menggabungkan seluruh PC dalam satu kegiatan besar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan ketika digelar di tengah hujan. “Pesertanya lebih dari 200 orang, hanya mengganti biaya ATK untuk buku. Mereka datang dari berbagai PC dan saling mengenal,” kata Arwiyah.

Ia menjelaskan, forum tersebut mempererat koneksi antarperempuan Samarinda dan memperluas ruang dakwah Salimah. Menariknya, beberapa program Salimah kini juga melibatkan perempuan nonmuslim, khususnya pada bidang ekonomi. Hal ini bertujuan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Forsil menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan banyak pihak, sehingga program dakwah lebih mudah diterima masyarakat. Kami ingin keberadaan Salimah memberi dampak tanpa membatasi agama. Tujuannya tetap pemberdayaan dan kebaikan bersama,” ucap Arwiyah mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....