Tips Pemupukan Tepat untuk Tanaman Agar Hasil Optimal

  • 11 Des 2025 13:31 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Pemupukan yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam pertanian, baik untuk tanaman padi, jagung, maupun sayuran. Pupuk yang diberikan harus sesuai jenis, dosis, waktu, cara, dan tempat agar unsur hara terserap optimal oleh tanaman. Hal itu disampaikan Pengawas Benih Tanaman Ahli Pertama BRMP Kaltim, Muhammad Iqbal Pratama, seperti dikutip dari tayangan Youtube RRI Samarinda, Kamis (11/12/2025).

Iqbal menjelaskan, prinsip tepat waktu menekankan pemberian pupuk sesuai momen pertumbuhan tanaman. Misalnya, pupuk dasar diberikan sebelum tanam atau saat pengolahan tanah, sedangkan pupuk susulan diberikan ketika tanaman mulai aktif menyerap hara, sekitar 15–28 hari setelah tanam.

Pupuk susulan kedua diberikan menjelang pembungaan untuk mendukung pembentukan buah dan biji. Pada tahap ini, tidak hanya urea, tetapi juga pupuk NPK dan KCl digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.

“Untuk tepat waktu prinsipnya itu sebenarnya pada memberikan pupuk pada saat yang tepat, momen yang tepat. Sementara untuk pupuk susulan kedua diberikan pada saat menjelang pembungaan untuk mendukung pembentukan buah dan biji,” katanya.

Baca juga: Prinsip Pemupukan 5T untuk Pertanian Efisien di Kaltim

Selain tepat waktu, cara pemberian pupuk juga penting agar tanaman dapat menyerap nutrisi secara maksimal. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain ditabur, dibenamkan, disemprot, atau dikocorkan. Pupuk yang ditabur merata di sekitar tanaman lebih cepat diaplikasikan, namun mudah larut akibat hujan.

“Prinsipnya pupuk itu harus diberikan dengan metode atau cara aplikasi yang benar agar unsur yang diberikan dapat diserap optimal oleh tanaman. Kekurangannya adalah pupuk jadi mudah menguap karena kita tabur langsung di atas permukaan tanah dan gampang tercuci air hujan,” ujar Iqbal menjelaskan.

Sedangkan metode dibenamkan dapat mengurangi penguapan dan pencucian, sehingga nutrisi lebih efektif diserap akar tanaman. Sementara itu, metode penyemprotan biasanya digunakan untuk pupuk mikro berbentuk cair, sementara metode dikocor dilakukan dengan melarutkan pupuk padat ke dalam air sebelum disiramkan ke tanaman.

“Tujuannya supaya tanaman-tanaman yang masih muda, yang masih vegetatif itu tidak cepat terbakar. Hal ini penting agar tanaman tetap sehat dan pertumbuhan optimal,” katanya.

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah tepat tempat. Ini menjadi prinsip penting agar pupuk tidak merusak akar tanaman. Dengan penerapan tepat jenis, dosis, waktu, cara, dan tempat, hasil panen diharapkan maksimal, baik untuk skala kecil maupun luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....