Penggiat Bank Sampah Sempaja Timur Dorong Regenerasi Kader
- 10 Des 2025 13:46 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Upaya pengelolaan sampah di RT 48 Sempaja Timur terus berkembang melalui dukungan warga dan kader lingkungan. Penggiat Bank Sampah Turi Putih 8, Siti Rohayana, menjelaskan antusiasme generasi muda mulai terlihat, bahkan datang dari luar wilayah. Hal itu disampaikan Siti saat dialog bersama RRI dalam program Kentongan di Pro1 Samarinda, beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, regenerasi kader penting karena sebagian kader saat ini telah memasuki usia lanjut. “Ada warga yang menghubungi saya dan menawarkan diri menjadi kader sukarelawan. Gayung bersambut, tentu ini sangat kami terima,” ujar Siti.
Siti menambahkan, edukasi mengenai pemilahan sampah dilakukan rutin melalui WhatsApp hingga sosialisasi keliling. Mereka menyediakan komposter rumah, tiga lubang kompos, hingga fasilitas fermentasi untuk menghasilkan pupuk organik cair (POC). Selain itu, Bank Sampah Turi Putih juga mengolah limbah jelantah menjadi lilin dan sabun. “Kami ingin warga paham bahwa sampah bisa bernilai jika dikelola. Bahkan produk turunan kami sudah dipasarkan,” ucap Siti.
Selain mengelola sampah organik, kader bank sampah juga aktif meningkatkan jejaring antar-RT. Banyak warga dari RT lain menjadi nasabah sebelum akhirnya terdorong membentuk bank sampah sendiri. Menurut Siti, hal ini sejalan dengan mandat pemerintah kota agar setiap RT memiliki bank sampah. “Kami ingin semua lingkungan punya bank sampah sendiri. Kami siap membina RT yang belum memiliki agar gerakan ini semakin luas,” katanya.
Ketua RT 48, Rusnansah, mengatakan kegiatan bank sampah berdampak besar terhadap kebersihan kawasan. Ia menyebut, sejumlah warga dari luar wilayah mengapresiasi kebersihan Perumnas Bengkuring Blok E48. “Mereka bilang lingkungan kita tertata rapi. Itu bukan karena saya, tapi karena warga sudah sadar dan rutin bergotong-royong,” ujar Rusniansyah.
Upaya kampanye lingkungan juga terus diperluas melalui media sosial, partisipasi dalam kegiatan kota, dan kolaborasi lintas komunitas. RT 48 bahkan aktif mengikuti program fermentasi enzim untuk pengurangan limbah. “Kami memanfaatkan Facebook, TikTok, dan grup komunikasi tingkat kelurahan untuk memperkuat kampanye bersih. Ini bagian dari kontribusi kami membantu Samarinda bebas sampah,” ucapnya.
Prestasi Bank Sampah Turi Putih 8 juga terus meningkat. Dalam tiga tahun terakhir, mereka meraih juara pada kompetisi lingkungan tingkat kota, termasuk kategori bank sampah terbaik. Meski demikian, Rusniansyah menegaskan prestasi bukan tujuan utama. “Yang penting kegiatan berjalan rutin. Kalau ada lomba tentu kami lebih giat, tapi fokusnya adalah keberlanjutan,” katanya.
Menutup sesi diskusi, Rusnansah mengajak seluruh warga Kota Samarinda memperkuat komitmen kebersihan dari rumah masing-masing. Ia menekankan gerakan sampah hanya dapat bertahan melalui komitmen, gotong royong, dan konsistensi. “Mari bersama menjaga lingkungan. Bank sampah bukan hanya tempat menabung, tapi wadah membangun masa depan yang lebih sehat,” ujar Rusniansyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....