Pemkab Kubar Dorong Petani Lebih Produktif

  • 07 Nov 2025 12:51 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Kabupaten Kutai Barat mendapat perhatian besar dalam sektor pertanian pada tahun anggaran 2024. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp88 miliar untuk memperkuat sektor ini. Angka tersebut terbilang signifikan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah Kutai Barat yang masih didominasi oleh kawasan pertanian.

Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, saat wawancara bersama RRI mengatakan, sekitar 70 persen masyarakat Kutai Barat menggantungkan hidup di sektor pertanian. Karena itu, kehadiran pemerintah dengan dukungan anggaran yang besar menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam pandangan Nanang, sebagian besar petani khususnya di wilayah Kubar masih berada pada posisi yang lemah dan kurang berdaya dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. “Petani itu pada prinsipnya lemah dan tidak berdaya. Maka pemerintah harus hadir,” ucapnya tegas.

Ia menilai, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan semangat dan slogan. Dibutuhkan investasi nyata dari pemerintah agar petani mampu meningkatkan produksi dan daya saingnya.

Menurutnya, pemerintah juga harus melihat pertanian sebagai investasi jangka panjang. “Kalau ingin ekonomi masyarakat meningkat, maka investasi di bidang pertanian harus besar,” ujar Nanang. Ia menambahkan, langkah-langkah pemerintah dalam memperkuat sektor ini dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Baca juga: Wakil Bupati Kutai Barat Peduli Pertanian Masa Depan

Kabupaten Kutai Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama pada komoditas karet, jagung, sorgum, dan hortikultura. Tahun pertama pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati menitikberatkan pada revitalisasi perkebunan karet dan peningkatan produksi jagung. “Karet kita sebagian sudah rusak dan perlu bantuan agar produksinya meningkat,” ucap Nanang.

Ia menjelaskan, perawatan dan pemupukan menjadi kunci dalam meningkatkan hasil panen. Sementara itu, jagung menjadi komoditas prioritas karena pasarnya sudah terbentuk dengan baik. Pemerintah berupaya mendorong petani agar memahami nilai ekonomi dari setiap luas lahan yang ditanami.

Selain bantuan langsung, pemerintah juga menilai pembangunan infrastruktur memiliki peran vital dalam kemajuan pertanian. Ia mengisahkan pengalaman di sebuah kampung kecil di Kutai Barat yang sebelumnya sulit dijangkau. Setelah akses jalan diperbaiki, aktivitas jual beli meningkat drastis. “Begitu jalan dibuka, pasar langsung hidup. Tengkulak datang, ekonomi warga bergerak,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....