Sentuhan TNI di Kampung Terapung Malahing Bontang
- 06 Okt 2025 16:29 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Deretan rumah kayu berdiri di atas tiang-tiang pancang di tengah laut. Gelombang kecil berkejaran di bawah lantai-lantai papan yang berderit pelan. Itulah Pulau Malahing, kampung terapung di pesisir Bontang Selatan, Kalimantan Timur.
Di tempat yang terpencil dan sunyi itu, Kamis pagi, riuh suara anak-anak dan langkah sepatu prajurit memecah kesunyian. Sejumlah tentara dari Yonarhanud 7/ABC datang menyeberangi laut, bukan untuk latihan tempur, melainkan membawa misi kemanusiaan: pelayanan kesehatan gratis dan pengajaran Matematika dengan metode GASING—Gampang, Asik, dan Menyenangkan.
Pulau Malahing dihuni sekitar 68 kepala keluarga. Mereka adalah nelayan yang menggantungkan hidup pada hasil laut. Kampung ini berdiri sejak 1999, diprakarsai oleh Nasir Lakada, nelayan asal Mamuju, Sulawesi Barat, yang kini menjadi Ketua RT. Meski dikenal sebagai destinasi wisata bahari, fasilitas kesehatan dan pendidikan di pulau itu masih sangat terbatas.
Kedatangan prajurit berseragam loreng disambut hangat warga. Di sela hembusan angin laut, satu per satu rumah kayu mereka datangi. Para prajurit membawa alat ukur tensi, cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Obat-obatan diberikan langsung ke tangan warga.
“Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Rudal yang datang memberikan pelayanan kesehatan gratis,” ujar Sartiah, salah satu warga. “Jarang sekali ada tenaga medis ke pulau ini, apalagi dari TNI. Ini sangat membantu kami.”
Di sekolah dasar satu-satunya di pulau itu, SD YPPI Malahing, beberapa prajurit lainnya duduk di antara anak-anak kelas 3 dan 4. Mereka mengajarkan Matematika dengan metode GASING. Tidak ada wajah tegang seperti saat ujian. Anak-anak justru tertawa, menepuk meja, dan berlomba menjawab soal.
Letkol Arh Bayu Adiwisuda, Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD kepada masyarakat.
“Kami hadir di Pulau Malahing untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis sekaligus mendukung pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pendidikan Matematika metode GASING,” katanya. Bayu menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kesehatan masyarakat di pulau itu, agar kesejahteraan warga dapat terjamin. “Pelayanan kesehatan dan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban kita semua.”
Hari mulai beranjak sore ketika prajurit menutup kegiatan. Laut kembali tenang, dan kampung terapung itu tampak seperti semula—damai di permukaan, namun menyimpan banyak cerita.
Bagi warga Malahing, kunjungan sehari itu lebih dari sekadar kegiatan sosial. Ia menjadi pengingat bahwa di antara luasnya laut dan jarak yang memisahkan, masih ada tangan-tangan yang mau menjangkau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....