Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran Samarinda

  • 04 Sep 2025 07:40 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Kebakaran di Kota Samarinda sudah bukan lagi hal asing. Hampir setiap hari selalu ada laporan kebakaran yang masuk, baik pagi, siang, maupun malam. Hery Suhendra, SE, Pelaksana Umum Disdamkarmat Kota Samarinda, saat menjadi narasumber Obrolan SPADA Pro 2 RRI Samarinda Selasa, 02/09/2025 menyebut penyebab paling dominan adalah arus pendek listrik.

“Kalau dibilang Samarinda mudah kebakaran, sebenarnya kembali ke kesadaran masyarakat. Arus pendek listrik itu yang paling sering. Biasanya karena instalasi listrik sudah tua, tidak dirawat, atau pemakaian colokan yang berlebihan sampai dicabang berkali-kali. Itu membuat beban listrik tidak mampu menahan,” katanya.

Tak hanya itu, kebiasaan kecil seperti membiarkan ponsel tetap terhubung ke charger meski sudah penuh, apalagi diletakkan di atas benda mudah terbakar seperti kasur, juga bisa memicu api. Sementara penyebab lain seperti kelalaian meninggalkan kompor menyala jumlahnya relatif lebih sedikit.

“Kemudian masalah HP, sebenarnya HP itu kalau di charger sudah full mendingan dilepas. Oh iya sebenarnya penyebab juga itu apalagi kalau taruhnya di bagian yang mudah terbakar seperti kasur. Kemudian kalau misalnya yang masalah kompor itu masih bisa apa ya? Jarang. Bukan jarang ya, minim ya itu karena posisi paling kan rata-rata ditinggal ketinggalan tidur atau bepergian dan mematikan kompor,” ujarnya.

Selama 12 tahun mengabdi, Hery menegaskan pihaknya tak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga sudah sering memberikan edukasi pencegahan. Tahun ini, Disdamkarmat bekerja sama dengan PLN, kelurahan, dan RT setempat untuk melakukan inspeksi instalasi listrik rumah warga. Edukasi juga digalakkan melalui anjuran setiap rumah memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah awal pencegahan.

“edukasi sudah sering ya. Apalagi kita tahun ini kan menjalankan kegiatan inspeksi ke rumah-rumah bekerja sama dengan PLN dan beberapa perangkat daerah yang seperti kelurahan dan RT sekitar untuk melakukan pengecekan setiap instalasi rumah.”

Selain itu, permintaan sosialisasi dari masyarakat terus meningkat. Disdamkarmat aktif memberikan penyuluhan hingga tingkat RT, membekali warga cara menghadapi kondisi darurat seperti kebocoran gas. Bahkan, mereka meluncurkan program “Damkar Goes to School”, yang menyasar pelajar SMA dan SMK.

“Kalau untuk adik-adik SMP dan SD mungkin masih terlalu dini. Tapi kalau SMA, SMK kita sudah mulai edukasi, bagaimana caranya mencegah kebakaran sejak dini. Jadi kalau di rumah ada situasi darurat, mereka bisa mengingatkan orang tua,” ucap Hery.

Tak berhenti di situ, Hery juga membagikan tips sederhana agar masyarakat terhindar dari kebakaran, antara lain:

• Selalu cek kondisi listrik dan kompor sebelum bepergian.

• Hindari pemakaian colokan berlebihan yang bisa memicu korsleting.

• Sesuaikan daya listrik dengan kebutuhan peralatan rumah tangga.

• Lakukan perawatan rutin instalasi listrik maupun kompor gas.

“Rata-rata orang kalau mau bepergian suka buru-buru, jadi lupa memastikan kondisi rumah. Padahal hal kecil itu sangat menentukan. Intinya, jangan anggap remeh pengecekan,” katanya.

Melalui pencegahan yang tepat, Ia berharap tingkat kebakaran di Samarinda bisa ditekan. Baginya, kesadaran masyarakat adalah kunci utama agar rumah tetap aman dan terhindar dari ancaman api.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....