Charlos Falentiono, Pemuda Generalis dengan Segudang Prestasi
- 01 Sep 2025 06:11 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Charlos Falentino, pemuda asal Samarinda yang akrab disapa Charlos, kini tengah menjadi sorotan setelah sukses mengharumkan nama daerahnya melalui ajang COC (Champion of Change) Ruangguru. Kompetisi nasional bergengsi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
Keikutsertaan Charlos bermula dari sebuah refleksi pribadi. Seusai pulang dari Mahakam Ulu, ia merenung dan tergerak untuk mengikuti seleksi ajang tersebut. Tak lama setelah mendaftar, Charlos mendapatkan undangan resmi untuk bergabung dan mengikuti serangkaian proses seleksi yang berlangsung selama kurang lebih empat bulan.
"Prosesnya panjang, seru, dan penuh tantangan. Aku senang bisa melewatinya," ujar Charlos.
Menurutnya, anak muda masa kini dituntut untuk memiliki banyak keterampilan. Ia menyebut dirinya sebagai seorang generalis, yaitu individu yang memiliki kemampuan di berbagai bidang. Uniknya, menurut teman-temannya, Charlos tak hanya serba bisa, tetapi juga benar-benar mendalami bidang yang digelutinya.
"Aku punya mimpi besar, suatu hari bisa jadi menteri atau anggota legislatif. Untuk bisa memberi dampak besar ke masyarakat, aku harus paham banyak hal dari komunikasi, sains, sampai organisasi " ucap Charlos.
Dengan segudang aktivitas, ia sempat mengalami kelelahan mental atau burn out. Saat itu, ia harus membagi waktu antara kuliah, proyek pribadi, hingga organisasi.
"Aku sering banget ingin coba banyak hal. Tapi lama-lama sadar, kalau kebanyakan justru bikin overload. Jadi aku harus tahu kapan cukup dan kapan harus berhenti," katanya.
Pengalaman tersebut mengajarkannya tentang pentingnya membuat skala prioritas. Kini, ia terbiasa membuat perencanaan harian. Ia menyusun jadwal dari waktu belajar, istirahat, hingga waktu untuk membaca novel.
"Kalau ada agenda baru, aku pastikan dulu apakah sesuai dengan prioritas dan kondisi fisik. Jangan sampai memaksakan," ujarnya.
Bagi Charlos, menjadi generalis memiliki banyak keuntungan, terutama saat terjun langsung ke masyarakat. "Kalau ke Mahakam Ulu, misalnya, aku bisa ajarkan fisika, matematika, leadership, bahkan hal-hal lain. Sekali ke sana, banyak yang bisa aku bagikan," ucapnya.
Ia juga mengisahkan beberapa pengalaman tak terduga yang menegaskan pentingnya memiliki banyak keterampilan.
"Pernah saat acara organisasi, MC-nya mendadak nggak datang, aku yang gantiin. Guru biologi berhalangan, aku isi kelasnya. Bahkan sempat ngajar matematika dasar di Mahakam Ulu. Jadi, punya banyak skill bikin kita siap di momen-momen tak terduga," katanya sambil tersenyum.
Ia tidak menganggap generalis lebih unggul dari spesialis. Baginya, keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Menurutnya, spesialis merupakan ahli di satu bidang, sementara generalis lebih adaptif karena punya banyak keterampilan.
"Kalau ditanya mana yang lebih baik, jawabannya tergantung. Aku pribadi lebih nyaman jadi generalis. Dengan teknologi yang cepat berkembang, satu keterampilan bisa tergantikan. Tapi kalau kita generalis, masih ada keterampilan lain yang bisa diandalkan,” ujarnya.
Mengakhiri perbincangan, Charlos menyampaikan pesan untuk generasi muda Indonesia agar terus berkembang dan tidak mudah menyerah dalam mengejar impian.
"Kita harus semangat, fokus, dan punya arah hidup yang jelas. Sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, kita pasti akan berinteraksi dengan banyak orang. Mari terus kembangkan diri agar bisa menjadi versi terbaik dari diri sendiri, dan semoga bisa jadi jawaban bagi bangsa," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....