Perjalanan Sasha dari Riau Menjadi Putri Kampus Indonesia 2025

  • 23 Agt 2025 03:04 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Nusantara : Panggung megah di Ibu Kota Nusantara (IKN) malam itu menjadi saksi lahirnya sosok baru, penerus tahta Putri Kampus Indonesia. Sorot lampu biru gemerlap menyinari panggung, ratusan pasang mata terpaku pada dua finalis terakhir yang berdiri berhadapan sambil saling menggenggam tangan.

Mereka adalah Shafira Mutiari Rafi, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia asal Riau, dan Ni Luh Putu Diva, finalis asal Bali yang mewakili Universitas Indonesia.

Di antara keduanya berdiri Salsabila Ghassani Susantio, Putri Kampus Indonesia 2024, yang bersiap melepas mahkota Futuro Mas Brillante dari kepalanya untuk diberikan kepada penerusnya.

Suasana hening, penonton menahan napas. Para juri menatap dengan penuh konsentrasi, menunggu saat terakhir untuk menentukan siapa yang layak menyandang gelar bergengsi.

Pasalnya dari 10 finalis terbaik dan 5 favorit, akhirnya tersisa dua sosok mahasiswi kedokteran yang sama-sama punya intelektualitas, kharisma, dan dedikasi. Hingga akhirnya, pembawa acara memecah ketegangan dengan suara lantang:

“Selamat kepada Shafira Mutiari Rafi, sebagai pemenang Putri Kampus Indonesia 2025!”

Sorak-sorai penonton pun langusng menggema di aula Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Jumat (22/8/2025).

BACA JUGA:

Shafira Mutiari Juara Putri Kampus Indonesia 2025 di IKN

Sasha, panggilan akrab Shafira, menundukkan kepala sejenak saat mahkota Futuro Mas Brillante yang berkilau ditempatkan di atas hijabnya. Senyum merekah di wajahnya, mengobati jalan panjang penuh perjuangan, keyakinan, dan doa yang akhirnya berbuah manis.

“Terima kasih buat yayasan Eljhon Indonesia. Sebelumnya Safira nggak nyangka juga bisa menang, dan kemenangan ini Safira persembahkan buat orang tua, buat saudara dan buat teman-teman dan juga coach yang udah mendukung Safira,” ucap Sasha usai penobatan juara.

Dari Riau untuk Indonesia

Sasha lahir dan besar di Provinsi Riau, di tengah keluarga yang menanamkan nilai sederhana bahwa hidup bukan hanya tentang melangkah maju, tetapi tentang memberi arti di setiap jejak yang ditinggalkan. Sejak kecil ia dikenal ramah, lembut, namun punya semangat juang tinggi.

Uniknya dunia pageant baru mulai ia masuki lewat ajang Duta Remaja Riau 2025. Awalnya hanya untuk menambah pengalaman, namun hasilnya mengejutkan. Sasha berhasil meraih posisi 2nd Runner Up, sekaligus menyabet gelar Best Fashion Performance dan juara Neo Power Up. Tak lama setelah itu, ia kembali berdiri di panggung dan dianugerahi gelar Putri Riau Gemilang.

“Awalnya saya tidak yakin bisa menembus 12 besar, apalagi melihat potensi para finalis lain yang begitu luar biasa. Tapi dukungan orang tua, pelatih, dan teman membuat saya berani melangkah lebih jauh,” kenang Sasha usai ajang tersebut, dikutip Times Indonesia.

Shafira Mutiari Rafi, saat bersiap mengikuti ajang pemilihan Putri Kampus Indonesia 2025. Foto: IG Shafiraamuti.

Prestasi-prestasi itu menjadi fondasi kepercayaan diri. Selain kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia, Sasha aktif di organisasi, belajar manajemen waktu, dan melatih diri untuk berbicara di depan publik.

Di sinilah lahir ide besar: gerakan #SasMED (Sasha for Medical Education & Development), sebuah program advokasi kesehatan fisik dan mental.

Melalui gerakan #SasMED, Sasha mendatangi sekolah, komunitas, dan ruang-ruang publik untuk memberikan penyuluhan kesehatan. Ia tak hanya berbicara soal menjaga tubuh tetap bugar, tetapi juga tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, mengurangi stigma, serta menciptakan ruang empati.

“Pelayanan sejati tidak hanya menyentuh tubuh, tapi juga menyembuhkan jiwa. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan keduanya harus berjalan seimbang,” ucap Sasha melalui kanal media sosialnya.

Gerakan ini menjadi identitas dirinya di dunia pageant. Bukan hanya kecantikan fisik yang ia tonjolkan, melainkan visi untuk membawa perubahan.

BACA JUGA:

Pemilihan Putra-Putri Pariwisata Nusantara 2025 Digelar di IKN

Langkah Sasha menuju grand final Putri Kampus Indonesia 2025 bukan perjalanan singkat. Ia melewati berbagai tahap seleksi yang ketat, mulai dari administrasi, wawancara, hingga unjuk bakat. Dari ratusan pendaftar dari seluruh kampus di Indonesia, Sasha berhasil lolos dan bergabung dengan puluhan finalis lainnya.

Malam grand final di IKN menjadi klimaks perjalanan panjang itu. Mengenakan gaun kuning elegan yang berpadu dengan hijab krem sederhana, Sasha berdiri anggun di tengah panggung. Cahaya lampu menyorotnya, penonton menatap dengan kagum. Pertanyaan demi pertanyaan dari juri ia jawab dengan tenang dan lugas.

Saat ditanya bagaimana cara menyeimbangkan inovasi digital dengan nilai budaya, Sasha menjawab dengan suara mantap:

“Teknologi akan terus berkembang. Tetapi budaya kita bisa dipromosikan dengan memanfaatkannya. Budaya kita tidak boleh terkikis dan tidak kalah dengan budaya luar. Yang penting, kita bijak memilih mana yang baik dan mana yang tidak”.

Jawaban sederhana, namun penuh makna, membuat juri dan penonton bertepuk tangan panjang. Itulah salah satu momen yang mengukuhkan posisinya sebagai sosok pantas menyandang gelar Putri Kampus Indonesia 2025.

BACA JUGA:

Karnaval Busana Nusantara Warnai El-John Festival di IKN

Kemenangan ini bukan hanya tentang hadiah uang tunai atau mahkota gemerlap yang ia kenakan. Bagi Sasha, mahkota adalah amanah. Sebuah tanggung jawab untuk membawa suara generasi muda, menyebarkan semangat kesehatan, pendidikan, dan karakter bangsa.

Mengutip Bung Hatta, Sasha berkata, “Pemuda adalah harapan bangsa. Harapan itu lahir dari pendidikan yang mencerdaskan pikiran dan menguatkan karakter.

“Saya sebagai mahasiswa kedokteran berjuang melalui advokasi hastag SasMED, karena bangsa yang cerdas lahir dari masyarakat yang sehat. Mari berjuang untuk Indonesia emas 2045,” katanya tegas.

Di luar sorotan panggung, anak bungsu dari tiga bersaudara ini tetaplah mahasiswi berusia 20 tahun yang harus kembali menghadapi rutinitas kuliah, praktikum, dan tugas organisasi.

Namun kini, langkahnya lebih mantap. Ia ingin menunjukkan bahwa gelar bukanlah akhir, melainkan awal untuk menginspirasi lebih banyak orang.

“Hidup bukan hanya tentang berjalan maju, tapi tentang memberi makna di tiap jejak yang ditinggalkan,” ucapnya.

Sasha percaya bahwa generasi muda punya peran penting membangun bangsa. Ia ingin menjadi bukti bahwa mimpi, kerja keras, dan kepedulian bisa mengubah masa depan.

Dari tanah Riau hingga panggung Nusantara, Sasha telah menorehkan jejak penting, sebuah perjalanan seorang gadis muda yang menjadikan mahkota bukan sekadar hiasan, melainkan cahaya yang menuntun langkahnya menuju masa depan yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....