ASN Kemenkes Mulai Menyusuri Kehidupan Baru di IKN
- 27 Jul 2025 14:42 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Matahari pagi menyinari wajah-wajah penuh antusias ketika bus-bus menurunkan mereka di tengah padang hijau. Bukan para wisatawan, tapi duta kesehatan masa depan ibu kota Nusantara (IKN).
Puluhan ASN Kementerian Kesehatan dari tenaga medis hingga dokter mulai melangkah bukan di koridor rumah sakit, tapi menyusuri urat nadi Kota Baru yang tengah bertumbuh.
Perjalanan Jumat (26/7) pagi itu diawali di pusat pelatihan PSSI, simbol prestasi dan harapan manusia Nusantara ke depan. Di sinilah para ASN diajak memaknai arti sinergi dan daya saing bahwa pembangunan IKN bukan hanya soal infrastruktur tetapi tentang kualitas manusia.
Perjalanan berlanjut ke Embung MBH, salah satu paru-paru kota. Sebuah kolam alami yang bukan hanya menyimpan air, tetapi juga menyimpan ketenangan. Di sinilah mereka menyadari bahwa kota ini tumbuh bukan dengan meninggalkan alam, melainkan hidup berdampingan dengannya.
“Embung ini berfungsi sebagai kolam air yang sangat penting bagi kita. Selain menjaga ekosistem hijau, embung ini juga sebagai sumber air untuk mengatasi kebakaran atau kekeringan,” kata tour guide dari Otorita IKN.

Tur kemudian membawa mereka ke tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) satu. Di tempat ini mereka menyaksikan langsung upaya IKN dalam membangun sistem yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sampah dikelola, energi dihasilkan, dan lingkungan tetap terjaga. TPST mampu mengolah sampah hingga 7.000 ton per hari.
"Kecuali sampah medisnya kita tidak kelola di sini. Ini khusus sampah domestik," ungkap tim penanggungjawab TPST.
BACA JUGA:
ASN Kemenkes Siap Pindah ke IKN Secara Bertahap
Di tengah teriknya matahari, semangat tak luntur. Rombongan terus menjajaki Intake Sepaku dan Bendungan Sepaku Semoi sebagai sumber kehidupan dan suplai air bersih utama bagi IKN. Kawasan ini mulai dibuka untuk publik dengan fasilitas rekreasi dan kuliner yang perlahan ditata.
"Airnya ini untuk air baku IKN. Yang 2.500-nya untuk IKN, 500-nya untuk Balikpapan," jelas koordinator Bendungan Sepaku Semoi.
Petugas Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Ugeng, yang mendampingi langsung rombongan menegaskan bahwa tur ini lebih dari sekedar pengenalan wilayah. Di IKN, katanya, bukan hanya gedung, tetapi ada pesona alam yang patut dibanggakan sebagai bagian dari ekosistem kota hijau.
"Sebenarnya masih banyak destinasi wisata, masih ada 49 lebih,” tapi hari ini kita baru bisa lihat beberapa saja, termasuk bendungan ini,” katanya.
“Kita adakan program pengenalan lingkungan, cara hidup baru yang ada di IKN. Karena di IKN ini merupakan kota yang dirancang sebagai kota pintar, kota hijau yang sangat berbeda dengan kota sebelumnya, dengan mengutamakan pejalan kaki. Kemudian diutamakan menggunakan transportasi umum dan minim sekali penggunaan kendaraan pribadi," lanjut Ugeng.
BACA JUGA:
ASN Kemenkes Jalani Pembekalan Jelang Operasional RSUP IKN
Ketua Tim Kerja Tata Usaha dan Rumah Tangga RSUP IKN, Kholik Malahika, menyambut positif kegiatan ini. Baginya tour ini adalah benih kolaborasi yang baik.
"Tour ini sangat berguna bagi kami untuk ke depannya bergabung dan bersilaturahmi dengan teman-teman OIKN," sebut Kholik.
Kesan mendalam pun datang dari para peserta. Mereka pulang tak hanya membawa foto dan kenangan, tetapi juga pemahaman baru tentang tanah tempat mereka akan mengabdi. Tur berakhir di RSUP IKN, rumah kedua mereka sekaligus rumah harapan bagi ribuan warga kelak.
Direktur RSUP IKN, Ghotama Airlangga, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan fasilitas terbaik sebelum operasional penuh dimulai.
"Kami dari Kemenkes, dari Rumah Sakit IKN, tentunya pasti mendukung program pengembangan kawasan juga. Namun kembali lagi, kami butuh waktu untuk penyesuaian. Yang kedua kami butuh mempersiapkan segala equipment kami, peralatan termasuk obat dan BHP kami juga,” jelas Direktur pioner di RSUP IKN tersebut.

Ia sangat yakin, seluruh pegawai RSUP akan bekerja sepenuh hati, seraya meminta jajarannya bersabar.
“Ini keluarga besar saya, teman-teman saya semua yang saya yakin mereka akan siap berjibaku di sini, berjuang. Dan saya yakin bukan sampai titik darah penghabisan karena saya yakin darah mereka enggak akan habis-habisnya itu berjuang," ucapnya disambut gelak tawa ASN yang berjumlah 55 orang tersebut.
Tur ini dinilai bukan sekedar pengenalan wilayah tetapi juga membangun kesiapan hati dan pikiran untuk merajut mimpi bersama. Kehadiran ASN Kementerian Kesehatan di RSUP IKN menjadi jawaban tegas bahwa Nusantara bukan kota mati di tengah hutan, melainkan ibu kota masa depan yang mulai berdenyut dengan semangat, ilmu, dan harapan.
Di balik setiap langkah ASN Kemenkes hari ini tersimpan tekad untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya menyentuh tubuh tetapi juga hati masyarakat Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....