Profesi Perias Jenazah Yang Sunyi Tapi Penuh Arti
- 17 Jun 2025 09:54 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Di tengah dinamika isu perlindungan perempuan dan anak yang semakin kompleks, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, juga melakukan upaya pemberdayaan. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan dan penghormatan terakhir terhadap korban kekerasan.
Salah satu profesi unik dari seorang klien TRC PPA Kalimantan Timur ada yang berprofesi sebagai Perias Jenazah. Ini adalah sebuah profesi yang tidak hanya membutuhkan keahlian teknis, tetapi juga keberanian dan hati yang kuat.
Lisa Margaretha Wayong atau Lidya, wanita yang tinggal di Jonggon Kabupaten Kutai Kartanegara ini telah menekuni profesi sebagai seorang perias jenazah sejak kelas 6 SD.
“Saya kan Nasrani, pertama kali saya merias jenazah itu Oma saya sendiri. Waktu itu tidak ada yang bisa, jadi saya yang inisiatif mendandani,” kata Lidya dalam siaran Indonesia Bisa (16/6/2025).
Dalam kesehariannya, perempuan ini bertugas memandikan, merias, dan mempersiapkan jenazah agar terlihat rapi dan tenang sebelum dimakamkan. Tidak jarang, ia diminta oleh keluarga korban untuk memberikan sentuhan terakhir pada orang tercinta yang telah berpulang.
“Saya merasa terpanggil untuk memberikan ketenangan terakhir bagi mereka yang telah tiada, semua saya lakukan gratis tanpa ada imbalan. Karena pekerjaan saya kan hadir ditengah situasi berduka,” katanya.
Profesi ini dipelajarinya secara otodidak. Berbekal keahliannya menjadi perias pengantin Kutai, hingga akhirnya dikenal sebagai salah satu dari sedikit perias jenazah di wilayah Kalimantan Timur.
Meski sering menghadapi stigma, terutama dari masyarakat yang menganggap pekerjaannya menyeramkan, ia tetap teguh menjalani profesinya. Bahkan, ia berharap akan ada regenerasi penerus yang berminat dengan profesi ini.
“Semoga ke depan bisa ada pelatihan-pelatihan untuk perias jenazah, karena sekarang ini masih banyak yang takut, bahkan mungkin ga ada yang mau,” tambahnya.
Di tangan Lidya, profesi perias jenazah bukan hanya soal keterampilan, tapi juga bentuk penghormatan terakhir yang manusiawi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....