Latihan dan Relaksasi Jadi Kunci Free Dive
- 26 Mei 2025 11:46 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Komunitas Samarendah Freediver terus membuka ruang bagi siapa saja yang ingin mendalami olahraga menyelam bebas (free diving), mulai dari usia anak-anak hingga dewasa, tanpa memandang postur tubuh.
Dita, Divisi Pelatihan Komunitas Samarendah Freediver dalam obrolan Tonight Corner Komunitas Pro 2 RRI Samarinda mengungkapkan bahwa free diving tidak sekadar soal “nyebur ke air”, tapi ada proses latihan bertahap yang disiplin.
“Biasanya untuk pemula, kita mulai dari latihan static apnea dulu, mengukur kemampuan menahan napas di permukaan air. Itu semacam ‘diagnosa awal’, untuk melihat sejauh mana tubuh bisa beradaptasi di dalam air,” ujar Dita
Sebelum benar-benar menyelam dalam, calon freediver diajarkan teknik relaksasi dan pengenalan terhadap mammalian dive reflex (MDR), yakni respons tubuh saat berada dalam air untuk memperlambat detak jantung dan menghemat oksigen.
Setelah itu, barulah mereka masuk ke latihan dasar seperti meluncur, teknik pernapasan, hingga penggunaan long fin atau kaki katak panjang. Postur tubuh saat menyelam pun menjadi perhatian serius.
“Ada yang disebut body yaitu teman-teman yang tugasnya mengawasi dan mengkoreksi postur saat latihan kicking. Posisi tangan, kaki, hingga cara bernapas harus diperhatikan,” katanya.
Latihan berikutnya adalah dynamic apnea, yaitu menyelam sambil bergerak menahan napas sejauh mungkin. Latihan ini melatih adaptasi paru-paru terhadap kadar karbon dioksida (CO2), dan sekaligus meningkatkan stamina.
Namun, satu hal yang paling menentukan ternyata adalah relaksasi. “Kalau tubuh tegang, napas cepat habis. Kadang harusnya bisa dua menit, tapi karena enggak tenang jadi cuma 30 detik,” katanya.
Menariknya, komunitas ini tidak membatasi usia maupun bentuk tubuh. Bahkan, Zeno Wakil Ketua Komunitas Samarendah Freediver mengungkapkan anggota termuda mereka berusia 10 tahun.
“Kami punya member usia 10 tahun yang rutin latihan. Postur besar atau kecil bukan halangan. Yang penting adalah niat dan konsistensi,” ucapnya.
Namun, bukan berarti latihan ini tanpa tantangan. Salah satu kesulitan terbesar dalam free diving adalah menguasai relaksasi. Ketegangan saat menyelam dapat memangkas durasi tahan napas secara drastis. Selain itu, rasa takut terhadap kedalaman atau imajinasi negatif seperti "takut ada hiu" juga kerap muncul, terutama pada pemula.
Meski begitu, ia menekankan bahwa semua tantangan itu bisa diatasi dengan latihan rutin dan pendampingan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....