Serunya Belajar Santai di Kampus Australia

  • 07 Mei 2025 04:15 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Belajar tak harus selalu kaku dan penuh tekanan. Justru dalam suasana yang santai dan setara, ide-ide segar lebih mudah muncul, keberanian untuk bertanya tumbuh, dan semangat berdiskusi semakin hidup. Gaya belajar yang nyaman bukan berarti melemahkan kedisiplinan, tapi justru menciptakan ruang aman bagi mahasiswa untuk berkembang.

Inilah yang dirasakan langsung oleh Angga Damara Putra, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mulawarman, saat mengikuti program pertukaran mahasiswa IISMA-E 2024 di Curtin University, Australia. Dari pengalaman belajarnya di sana, Angga melihat bagaimana pendekatan yang santai dan komunikatif justru membuat proses belajar jadi lebih bermakna.

“Mungkin kalau kita ngeliat dari cara mereka menyapa dengan memanggil nama saja dengan orang yang lebih tua, ada kesetaraan lah ibaratnya antara dosen sama mahasiswa. Kalau disini kan (Indonesia) agak beda culturenya,” ungkapnya dalam obrolan Cerita Anak Rantau Pro 2 RRI Samarinda baru – baru ini.

Menurutnya, gaya belajar di Negeri Kanguru itu menyuguhkan banyak hal yang patut ditiru oleh sistem pendidikan di Indonesia. Salah satunya yakni kesetaraan relasi antara dosen dan mahasiswa yang membuat proses belajar terasa lebih cair. Suasana kelas di Curtin University sangat mendukung untuk tumbuhnya komunikasi dua arah. Diskusi dan presentasi menjadi aktivitas yang lazim dan menyenangkan.

“Jadi lebih banyak diskusi, lebih banyak presentasi di sana. Tapi kalau kita presentasi di sana rasanya beda, mau kita jelek apa bagaimana, kita jadi terima saja saran-sarannya. Jadi senyaman itu menyampaikan pendapat,” tutur Angga

Menurutnya, budaya seperti ini membuat ruang belajar menjadi jauh lebih aktif dan hidup. Ia menilai bahwa sistem pembelajaran dua arah ini penting untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia.

“Kita liat lagi ya, budayanya bagus, jadi suasana kelasnya jadi lebih aktif. Budaya-budaya seperti itu nampaknya bagus diterapkan di Indonesia. Namanya belajar itu kan harus dua arah,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....