Tantangan Membangun Relasi di Australia

  • 07 Mei 2025 03:50 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Selain mengejar prestasi akademik, kemampuan membangun relasi dengan orang-orang dari budaya yang berbeda menjadi satu hal yang cukup penting saat menempuh pendidikan di luar negeri. Kemampuan menjalin hubungan inilah yang menjadi kunci adaptasi, membuka wawasan, dan membentuk pengalaman hidup yang tak terlupakan di perantauan.

Hal inilah yang dialami oleh Angga Damara Putra, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mulawarman (Unmul), berbagi cerita tentang tantangan dan pengalaman beradaptasi selama mengikuti program pertukaran mahasiswa Indonesian International Student Mobility Awards – Edisi 2024 (IISMA-E) ke Curtin University, Australia.

Bukan kali pertama bagi Angga merasakan atmosfer pendidikan internasional. Sebelumnya, ia pernah mengikuti KL-YES Program (Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study Program) ke Amerika Serikat pada tahun 2019/2020 saat duduk di bangku SMA. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi bekal penting saat harus kembali menyesuaikan diri di lingkungan baru di Australia.

“Kebetulan aku belajarnya sewaktu aku pernah berangkat ke Amerika Serikat, kan. Untuk adaptasi, alhamdulillah aku bisa mengikuti,” ujar Angga saat mengisi obrolan Tonight corner cerita anak rantau Pro 2 RRI Samarinda baru – baru ini.

Namun, ia tetap mengakui bahwa setiap negara memiliki tantangan sosial yang berbeda. Salah satu yang cukup terasa baginya adalah pola interaksi antarwarga di Australia yang sangat berbeda dibandingkan dengan di Indonesia.

“Kalau di Indonesia kedatangan bule di sekolah, pasti dikerubungin, ditanya-tanya asalnya dari mana dan sebagainya. Tapi kalau di sana, orang luar datang itu udah biasa, ya biasa aja gitu,” lanjutnya.

Angga menekankan pentingnya inisiatif dalam membangun relasi selama menjalani pertukaran. Menurutnya, sebagai pendatang, mahasiswa Indonesia harus aktif membuka percakapan dan tidak bisa hanya menunggu untuk didekati.

“Maka kitalah yang beradaptasi di sana. Ibaratnya kita yang kenalan duluan, kita yang ajak ngobrol. Jadi, kita nggak bisa menunggu,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....