Hasrah Halik Sulap Hasil Laut Jadi Produk UMKM Unggulan Kaltim
- 06 Jun 2026 19:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kekayaan hasil laut Kalimantan Timur tidak hanya menjadi sumber pangan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui kreativitas dan inovasi, hasil laut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke pasar yang lebih luas.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program UMKM Bicara RRI Samarinda, yang menghadirkan Hasrah Halik, pemilik usaha Asaha Belina. Dalam kesempatan itu, Hasrah membagikan kisah perjalanannya membangun usaha berbasis pengolahan hasil laut, khususnya abon ikan tuna, yang kini menjadi salah satu produk unggulannya.
Hasrah mengungkapkan bahwa usahanya bermula pada tahun 2020 saat mengikuti kegiatan seminar UMKM atas ajakan seorang tetangganya. Dari kegiatan tersebut, ia melihat banyak pelaku usaha yang telah memiliki produk dengan kemasan menarik dan memiliki nilai jual tinggi. Pengalaman itu menjadi titik awal munculnya keinginan untuk mengembangkan usaha sendiri.
Berbekal ketersediaan ikan yang melimpah dari kampung halamannya, Hasrah mulai mencoba mengolah ikan tuna menjadi abon. Produk pertama yang dibuat awalnya hanya untuk konsumsi keluarga dan dibagikan kepada tetangga. Namun respons positif yang diterima membuatnya semakin percaya diri untuk memasarkan produknya pada kegiatan UMKM berikutnya.
“Setelah mengikuti seminar UMKM, saya mulai berpikir bagaimana memanfaatkan ikan yang mudah didapat di kampung. Saya mencoba membuat abon ikan tuna dan ternyata saat dibawa ke kegiatan berikutnya langsung habis terjual. Dari situlah saya semakin semangat mengembangkan usaha ini,” ucap Hasrah.
Seiring berjalannya waktu, usaha yang awalnya dijalankan secara sederhana mulai berkembang. Hasrah mulai memperbaiki kemasan produk, mengurus perizinan usaha, hingga memperoleh sertifikasi halal untuk produknya. Pada tahun 2023, ia resmi menggunakan merek Asaha Belina sebagai identitas usahanya.
Menurut Hasrah, pemilihan ikan tuna sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Selain mudah diperoleh, ikan tuna memiliki kandungan gizi yang baik dan dapat diolah menjadi produk yang tahan lama. Abon tuna produksi Asaha Belina memiliki masa simpan hingga tiga bulan lebih sehingga cocok dijadikan oleh-oleh maupun makanan praktis sehari-hari.
Saat ini, produk abon tuna Asaha Belina telah dipasarkan melalui berbagai kegiatan UMKM dan juga tersedia di Galeri Etam Samarinda serta Rumah BUMN. Bahkan produknya pernah dibawa hingga ke luar negeri melalui relasi pelanggan yang bekerja di sektor pertambangan.
Selain abon tuna, Hasrah juga mengembangkan berbagai produk kuliner lainnya seperti Jalan Kote Belina, pisang hijau, aneka kue khas Sulawesi, hingga produk makanan beku. Khusus Jalan Kote Belina, produk tersebut menjadi salah satu menu favorit pelanggan dan kerap dipesan dalam jumlah besar, terutama saat bulan Ramadan.
Dalam mengembangkan usahanya, Hasrah mengakui mendapat banyak dukungan melalui pelatihan dan bantuan peralatan dari pemerintah. Berbagai program pembinaan UMKM dinilai sangat membantu pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Jangan pernah lelah berinovasi, berkolaborasi, berdoa, dan terus berusaha. Saya berharap UMKM di Samarinda terus berkembang karena produk lokal kita punya kualitas dan siap naik kelas,” ujar Hasrah kepada para pelaku UMKM dan masyarakat yang ingin memulai usaha.
Kisah Hasrah Halik dan Asaha Belina, terlihat bahwa pengolahan hasil laut tidak hanya mampu menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal secara kreatif. Dengan dukungan berbagai pihak, UMKM berbasis hasil laut diyakini dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....