Zalta Cafe Perkuat UMKM lewat Bisnis Kuliner Kreatif
- 09 Mei 2026 21:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Usaha kuliner di Kota Samarinda terus berkembang pesat dan menjadi salah satu sektor yang mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Salah satunya hadir melalui Zalta Cafe yang berlokasi di Jalan APT Pranoto Nomor 16, Samarinda Seberang. Cafe ini tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga berupaya membantu pelaku UMKM lokal dan membuka lapangan pekerjaan bagi mahasiswa.
Owner Zalta Cafe, Imran mengatakan, awal mula berdirinya cafe tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk ikut memperkuat sektor ekonomi UMKM di Samarinda. Selain itu, pihaknya juga ingin menghadirkan peluang kerja bagi masyarakat, khususnya mahasiswa yang membutuhkan penghasilan tambahan.
“Awal mula kami ingin memperkuat atau menaikkan ekonomi di sektor UMKM. Yang kedua, kami juga ingin membuka lapangan kerja buat teman-teman yang membutuhkan pekerjaan meskipun freelance, terutama mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Imran, sebagian besar karyawan yang bekerja di Zalta Cafe merupakan mahasiswa aktif yang tetap menjalani perkuliahan sambil bekerja. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan cafe terhadap generasi muda agar tetap produktif dan mandiri secara ekonomi.
“Kebanyakan yang kerja di sini mahasiswa yang masih aktif kuliah. Itu salah satu inspirasi kami kenapa harus meng-create cafe ini. Jadi ada dua fokus kami, mendukung UMKM dan membuka lapangan kerja,” katanya.
Tak hanya sekadar tempat makan dan minum, Zalta Cafe juga hadir dengan konsep ruang yang nyaman untuk berbagai aktivitas. Imran mengungkapkan, filosofi nama dan konsep cafe dirancang agar pengunjung merasa nyaman untuk berkumpul, bekerja, maupun sekadar berbincang bersama teman.
“Kami ingin menciptakan tempat yang nyaman untuk belajar, nongkrong, work from cafe, dan tempat bercerita. Filosofi Zalta sendiri adalah menciptakan tempat yang nyaman untuk pulang, nyaman untuk bekerja, dan nyaman untuk berkumpul,” ujarnya.

Dalam pengembangan menu, Zalta Cafe turut melibatkan sejumlah pelaku UMKM lokal sebagai mitra penyedia bahan baku maupun produk makanan. Beberapa menu favorit pengunjung seperti aren latte, latte butterscotch, dan makanannya tahu bakso, donat, hingga dimsum merupakan hasil kolaborasi dengan UMKM di Samarinda.
“Kami tidak membuat menu secara mandiri, tetapi merangkul teman-teman UMKM. Mereka membawa produknya ke sini, lalu kami cek apakah sesuai standar Zalta Cafe, kemudian kami gunakan,” katanya.
Selain mengandalkan kualitas produk dan pelayanan, media sosial juga menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan bisnis cafe tersebut. Imran menilai media sosial memiliki peran besar dalam memperkenalkan usaha kepada masyarakat luas tanpa harus melakukan promosi secara konvensional.
“Media sosial itu penting sekali karena menjadi penghubung, lidah, mata, dan telinga kami kepada masyarakat luas. Tanpa harus keluar banyak, media sosial sudah sangat mewakili,” ujarnya.
Meski demikian, perjalanan merintis usaha cafe tidak selalu berjalan mudah. Imran mengaku tantangan terbesar yang dihadapi saat awal pembangunan cafe berasal dari proses pengerjaan interior hingga pengelolaan sumber daya manusia.
“Tantangan terbesar mulai dari vendor pembangunan yang berganti-ganti sampai SDM yang harus dilatih dari nol. Karena sebagian besar pekerja di sini mahasiswa, jadi kami juga harus menyesuaikan dengan jadwal kuliah mereka,” katanya.
Ke depan, Zalta Cafe dapat terus berkembang dan menjadi wadah kolaborasi yang lebih luas bagi UMKM maupun generasi muda di Samarinda. Imran juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap perkembangan sektor UMKM dan industri kuliner lokal.
“Harapan kami Zalta Cafe bisa terus bertumbuh secara finansial, SDM, dan kerjasama dengan UMKM. Kami juga berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan sektor UMKM agar semakin berkembang,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....