Abon Kekinian: Peluang Usaha Menjanjikan dari Bahan Tradisional

  • 05 Mei 2026 13:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah arus modernisasi yang begitu cepat, tidak semua jenis usaha tergeser oleh zaman. Justru, beberapa di antaranya tetap bertahan karena mampu beradaptasi dan mengikuti tren pasar. Salah satu contohnya adalah usaha abon yang kini hadir dalam versi kekinian.

Produk ini tidak hanya mempertahankan cita rasa tradisional, tetapi juga mengalami inovasi dari segi varian, kemasan, hingga strategi pemasaran digital. Peluang usaha abon kekinian menjadi topik menarik karena terbukti memiliki daya tahan sekaligus potensi keuntungan yang besar.

Abon dikenal sebagai makanan kering berbahan dasar daging yang diolah dengan bumbu khas hingga menghasilkan tekstur ringan dan rasa gurih. Kini, bahan bakunya tidak hanya terbatas pada daging sapi, tetapi juga berkembang menjadi abon ayam, ikan, hingga varian unik lainnya.

Seorang pelaku usaha, Nur Asiah, kepada RRI mengatakan ide bisnisnya bermula dari kebiasaan keluarga yang gemar mengonsumsi abon. Dari situ, saya melihat peluang untuk menjadikannya sebagai usaha yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada musim,” ujar Nur Asiah, saat dialog dalam program UMKM Bicara Pro1 Samarinda, dikutip Selasa 5 Mei 2026.

Perjalanan usaha ini tentu tidak instan. Awalnya, produk yang ditawarkan masih terbatas dan dipasarkan di lingkungan terdekat. Namun, seiring waktu, inovasi terus dilakukan. Nur Asiah sempat mencoba berbagai jenis usaha kuliner sebelum akhirnya fokus pada abon. Ia menyadari abon memiliki keunggulan karena tahan lama dan dapat diproduksi secara konsisten sepanjang tahun, berbeda dengan produk musiman seperti kue kering.

Dalam perkembangannya, abon tidak lagi dipandang sebagai makanan sederhana. Berbagai inovasi dilakukan untuk meningkatkan nilai jual, mulai dari penggunaan bahan berkualitas hingga pengemasan yang menarik. “Saya berpikir bagaimana bisa menghasilkan pendapatan setiap hari,” ucap Nur Asiah saat menjelaskan alasan beralih ke usaha abon.

Pernyataan ini menunjukkan pentingnya strategi dalam memilih jenis usaha yang memiliki permintaan stabil di pasar. Selain inovasi produk, pemilihan bahan baku juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan usaha ini. Di daerah Samarinda, misalnya, ikan haruan menjadi pilihan utama karena ketersediaannya melimpah dan memiliki cita rasa khas.

“Fokus pada abon ikan haruan juga menjadi identitas lokal yang dapat menarik minat konsumen, terutama sebagai oleh-oleh khas daerah,” katanya.

Namun tantangan tetap ada, terutama terkait fluktuasi harga bahan baku. Kenaikan harga ikan dan bahan pendukung seperti minyak goreng sering kali memengaruhi biaya produksi. Dalam kondisi tersebut, pelaku usaha harus mengambil keputusan yang tepat.

“Kami menyesuaikan harga jual agar tetap bisa mempertahankan kualitas produk. Langkah ini penting agar usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kepercayaan pelanggan,” ucapnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, usaha abon kekinian tetap menunjukkan prospek yang cerah. Dengan inovasi yang berkelanjutan dan strategi pemasaran yang tepat, produk tradisional ini mampu bersaing di pasar modern. “Selama kualitas dijaga, pelanggan akan tetap setia,” ucap Nur Asiah.

Inovasi yang dilakukan Nur Asiah menjadi bukti bahwa usaha berbasis tradisi tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan peluang ekonomi yang menjanjikan di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....