Tantangan dan Strategi UMKM di Era Digital

  • 04 Mei 2026 06:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan teknologi digital tidak hanya mengubah cara berkomunikasi, tetapi juga memengaruhi pola pengelolaan bisnis, khususnya bagi pelaku UMKM. Di tengah arus transformasi ini, kesiapan sumber daya manusia dan strategi yang tepat menjadi kunci utama agar usaha dapat bertahan dan berkembang.

Dalam program talkshow Pro 4 RRI Samarinda pada 22 April lalu, isu tersebut dibahas bersama tiga narasumber, salah satunya Dosen Administrasi Bisnis, Rosyid Nurrohman. Ia memberikan pandangan terkait tantangan sekaligus peluang yang dihadapi UMKM dalam menghadapi era digital.

Rosyid menjelaskan, digitalisasi mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan UMKM. “Digitalisasi itu mampu meningkatkan income UMKM sekitar 20 sampai 30 persen, dan saat ini sekitar 60 persen pelaku usaha sudah mulai beradaptasi ke arah digital,” ujarnya, dikutip Senin 4 Mei 2026.

Meski demikian, ia menekankan tantangan terbesar justru berasal dari kesiapan internal pelaku usaha itu sendiri. Tidak semua pelaku UMKM berasal dari generasi yang akrab dengan teknologi, sehingga proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri.

Menurutnya, perbedaan generasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesiapan dalam menghadapi digitalisasi. Namun, kehadiran generasi Z justru dapat menjadi jembatan dalam membantu pelaku usaha lain, terutama dalam hal branding dan pemanfaatan media digital.

Rosyid juga menegaskan, saat ini pelaku UMKM tidak bisa lagi menghindari digitalisasi. “Digital ini menjadi jembatan agar usaha bisa lebih dikenal luas, karena kalau hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut itu berjalan lebih lambat,” katanya.

Dalam memulai bisnis di era digital, ia menyarankan agar pelaku usaha terlebih dahulu menentukan strategi yang tepat, baik melalui e-commerce, social commerce, maupun penjualan langsung. Selain itu, mengikuti pelatihan dan program pendampingan juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Dari sisi model bisnis, Rosyid menilai sektor makanan dan minuman atau food and beverage (FnB) masih menjadi peluang yang menjanjikan karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, pelaku usaha tetap dituntut untuk menghadirkan inovasi agar produknya memiliki keunikan dibandingkan kompetitor.

Selain strategi pemasaran, pengelolaan keuangan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh pelaku UMKM. “Jangan sampai keuangan pribadi dan usaha dicampur, karena itu akan menyulitkan kita mengetahui untung dan rugi secara jelas,” ucapnya.

Ia berpesan agar pelaku UMKM terus belajar dan terbuka terhadap berbagai program pendampingan yang tersedia. Ia menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak lepas dari kemauan untuk berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....