Menjaga Rasa Otentik, Strategi Markas Jajak Bertahan di tengah Persaingan
- 01 Mei 2026 15:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kreativitas pelaku UMKM kembali menunjukkan geliatnya melalui produk kuliner tradisional yang dikemas secara modern. Dalam program Teras UMKM Pro 4 Samarinda, edisi Kamis 23 April 2026, pelaku usaha Sherli Astria membagikan kisah di balik usaha Markas Jajak yang kini mulai dikenal masyarakat luas.
Sherli Astria, menjelaskan bahwa usahanya berlokasi di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di kawasan Loa Tebu yang dikenal sebagai sentra pembuat kue tradisional. Ia menyebut nama “Markas Jajak” dipilih sebagai identitas yang memadukan unsur budaya lokal, di mana “jajak” berarti kue dalam bahasa Kutai.
“Awalnya ini spontan saja. Saya ingin tetap membawa identitas Kutai lewat produk kue tradisional. Harapannya, Markas Jajak bisa jadi tempat yang menghasilkan berbagai jenis jajak,” ujarnya.
Usaha ini dirintis sejak 2019, berawal dari kebiasaan membuat kue untuk konsumsi keluarga. “Awalnya hanya berbagi, tapi ternyata banyak yang pesan. Dari situ saya melihat peluang,” ucap Sherli.
Di tengah tantangan pandemi COVID-19, Sherli tetap menjalankan usahanya dengan sistem pemasaran sederhana berbasis rumah dan layanan antar. Ia juga mulai memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk menjangkau pasar lebih luas, strategi tersebut terbukti efektif hingga usahanya mampu bertahan dan berkembang.
Produk andalan Markas Jajak adalah “Jajak Kagum”, kue kering berbahan dasar tepung kanji dan gula merah murni. “Saya pakai gula merah asli, tidak dicampur. Rasanya beda dan lebih harum,” katanya.
Selain rasa gula merah, tersedia pula varian keju kelapa yang menawarkan sensasi gurih manis. Produk ini dipasarkan dengan berbagai kemasan, mulai dari ukuran ekonomis hingga kemasan khusus untuk event dan penitipan di toko-toko.
Dalam perjalanannya, Sherli juga mendapat dukungan dari pemerintah melalui pelatihan dan bantuan peralatan produksi. Ia menyebut bantuan berupa oven dan perlengkapan baking sangat membantu meningkatkan kapasitas produksi.
Meski persaingan semakin ketat, Sherli tetap optimistis dengan menjaga kualitas dan konsistensi. “Kalau ada kekurangan, saya minta pelanggan kasih tahu. Itu penting untuk perbaikan,” katanya.
Ke depan, Sherli berharap Markas Jajak bisa berkembang lebih luas hingga menembus pasar luar daerah bahkan internasional. Ia juga berpesan kepada pelaku UMKM lain agar tetap semangat dan segera melengkapi legalitas usaha.
“Sekarang urus izin seperti NIB, PIRT, dan halal sudah dipermudah dan gratis. Tinggal kemauan kita,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....