UMKM Kuliner Samarinda Andalkan Inovasi Produk untuk Bertahan
- 30 Apr 2026 07:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pelaku UMKM kuliner lokal terus berinovasi untuk menjaga daya saing di tengah perubahan tren dan tantangan pasar. Ragam produk yang variatif serta kemasan yang menarik menjadi strategi penting agar produk tetap diminati konsumen di era modern.
Owner “Lauknya Nusantara”, Devita Mardiana, menghadirkan berbagai pilihan produk olahan yang tidak hanya praktis, tetapi juga mengikuti selera pasar. Selain sambal dan ayam ungkep, ia mengembangkan aneka makanan seperti cireng, risol, hingga chicken katsu. Hal itu disampaikan Devita saat dialog bersama RRI dalam program UMKM Bicara Pro1 Samarinda, dikutip Kamis 30 April 2026.
“Produk kami sekarang ada cireng dengan cocolan, risol dengan beberapa varian, dan juga chicken katsu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu produk unggulan adalah chicken katsu dengan konsep potongan kecil yang praktis untuk bekal. “Kami sebut pop chick karena bentuknya kecil-kecil, cocok untuk bekal anak dan terlihat menarik,” kata Devita.
Tidak hanya itu, inovasi juga dilakukan pada risol yang memiliki varian rasa unik. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang menginginkan pilihan camilan berbeda. “Risol kami ada varian seperti matcha dan cokelat, jadi tidak hanya rasa gurih saja,” ucapnya.
Meski terus berinovasi, Devita mengakui bahwa perjalanan usaha tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama terkait harga bahan baku. Ia menyebutkan bahwa kenaikan harga bahan menjadi kendala utama yang dihadapi hingga saat ini. “Tantangan terbesar adalah harga bahan baku yang fluktuatif dan cenderung terus naik,” ujarnya.
Menurutnya, bahan baku yang digunakan harus tetap berkualitas agar cita rasa produk terjaga. Namun kondisi pasar sering kali membuat pelaku usaha harus berpikir ulang dalam menentukan strategi produksi. “Kami tetap menggunakan bahan yang fresh dan berkualitas, sehingga harganya memang mengikuti pasar,” kata Devita.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, ia melakukan penyesuaian tanpa mengorbankan kualitas produk secara keseluruhan. Salah satunya dengan mengatur komposisi bahan agar harga jual tetap terjangkau. “Kami tidak menaikkan harga, tetapi menyesuaikan komposisi bahan supaya tetap seimbang,” ucapnya.
Devita menegaskan bahwa kunci bertahan di industri kuliner adalah konsistensi kualitas dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi pasar. Ia berharap inovasi yang terus dilakukan dapat menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar. “Yang penting kualitas tetap dijaga dan inovasi terus berjalan agar usaha bisa bertahan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....