Musim Mudik Lebaran, Dongkrak Omzet Amplang di Samarinda hingga Tembus Rp10 Juta
- 25 Mar 2026 16:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penjualan oleh-oleh amplang di Kota Samarinda meningkat selama periode Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satunya dirasakan oleh toko Amplang Salsabila yang meraup omzet sekitar Rp10 juta selama Ramadan hingga libur lebaran 2026.
Pemilik Amplang Salsabila, Dani, mengatakan peningkatan penjualan terjadi karena banyaknya pembeli yang mencari oleh-oleh khas daerah saat musim mudik Lebaran.
“Untuk di toko Samarinda selama Ramadan ini sekitar Rp10 jutaan omzetnya. Pembelian umumnya berkisar antara Rp400 ribu sampai Rp1 juta per pelanggan. Tapi liburnya kan belum selesai, mungkin sampai akhir pekan nanti kurang lebih di angka itu,” kata Dani, kepada rri.co.id, Rabu, 25 Maret 2026.
Toko Amplang Salsabila berada di Jalan Slamet Riyadi, kawasan Simpang Muara, Samarinda, yang sekaligus menjadi lokasi produksi amplang. Selain di Samarinda, usaha ini juga memiliki satu outlet utama di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari, Balikpapan.
Menurut Dani, omzet di Balikpapan biasanya lebih besar dibandingkan Samarinda karena toko tersebut menjadi pusat penjualan utama.
“Kalau di Balikpapan mungkin bisa dua sampai tiga kali lipat dari Samarinda omzetnya selama lebaran,” ujarnya.

Usaha amplang ini merupakan bisnis keluarga yang telah berjalan turun-temurun sejak puluhan tahun lalu. Dani menjelaskan, usaha tersebut awalnya dirintis oleh neneknya dengan nama "Karya Kita" pada sekitar tahun 1996 hingga 1998.
Namun, kini usaha tersebut terpecah lantaran masing-masing anak membuka bisnis amplang sendiri. Akhirnya, Amplang Salsabila pun muncul pada 27 Oktober 2007.
"Ibu saya yang memberi nama Amplang Salsabila," kata Dani.
Seluruh proses produksi amplang dilakukan di Samarinda, tepatnya di bagian belakang toko. Bahan baku utama amplang milik Dani ini berasal dari ikan pipih atau ikan sungai, termasuk ikan belida yang dipasok dari rumah budidaya di daerah hulu.
Dani mengatakan ikan yang diterima di tempat produksi sudah dalam bentuk daging sehingga siap diolah. "Sekali produksi minimal kita pakai sekitar 60 kilogram daging ikan. Biasanya kita kumpulkan dulu sampai jumlahnya cukup baru diproses,” ujarnya.
Amplang Salsabila memiliki beberapa varian produk, seperti amplang panjang atau meriap, amplang kuku macan, amplang spesial, serta amplang bulat. Setiap jenis memiliki karakter rasa yang berbeda sesuai selera pelanggan.
Menurut Dani, amplang kuku macan biasanya disukai pelanggan yang terbiasa dengan tekstur lebih empuk. Sementara, amplang panjang memiliki rasa lebih pedas karena menggunakan merica, dan amplang spesial memiliki bumbu yang lebih kuat.
"Tergantung pembeli seleranya," ucapnya.

Selama libur Lebaran, lanjut Dani, sebagian besar pembeli datang dari luar daerah. Di outlet Balikpapan, pembeli bahkan banyak berasal dari Jawa dan mayoritas membeli dalam jumlah lebih besar.
"Ini toko kit di Balikpapan lagi tutup toko karena persiapan packing 60 pack di sana. Makanya dari Samarinda bantu. Jadi pabrik dan gudang di sini. Kalau di sana habis, kita harus kirim," ujar Dani.
Meski ramai pembeli, Dani mengaku penjualan tahun ini sedikit menurun dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil serta inflasi menjadi penyebab lesunya penjualan.
Namun, ia tetap bersyukur lantaran omzet yang didapat selama periode Ramadan hingga lebaran jauh lebih besar dibandingkan hari biasa. "Kalau hari biasa, standar penjualannya di Samarinda Rp200 ribu sampai Rp1 juta per hari," kata Dani, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....