Roti Balok Jelawat, Bukti Ketekunan UMKM Lokal
- 02 Feb 2026 04:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Ketahanan dan konsistensi menjadi kunci utama bertahannya sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal inilah yang tercermin dalam perjalanan Roti Balok Jelawat, UMKM kuliner asal Tenggarong, yang dibahas dalam program Teras UMKM RRI Samarinda. Program ini menghadirkan langsung Ibu Novi Yanti dan Bapak Joni, pemilik Roti Balok Jelawat yang berada di bawah naungan Maharani Group.
Usaha Roti Balok Jelawat dirintis sejak tahun 2015, bermula dari kondisi keterbatasan setelah usaha sembako yang sebelumnya dijalani tidak berjalan sesuai harapan. Dengan berbekal resep keluarga dan dorongan dari rekan, pasangan ini mulai memproduksi roti balok dan menitipkannya ke warung-warung kecil di sekitar Tenggarong.
“Kami dulu titip roti dari warung ke warung. Pernah satu warung cuma laku tiga biji dalam seminggu, sisanya dibawa pulang,” ujar Bapak Joni.
Distribusi dilakukan sendiri menggunakan sepeda motor, bahkan terkadang melibatkan anak-anak mereka. Proses tersebut dijalani hampir lima tahun, sebelum akhirnya pelanggan mulai datang langsung ke rumah produksi. Meski penuh tantangan, Ibu Novi menegaskan bahwa kesabaran menjadi pegangan utama.
“Hari ini mungkin untungnya cuma seribu rupiah, tapi siapa tahu besok rezekinya lebih besar. Yang penting tetap sabar dan konsisten,” kata Ibu Novi.
Nama Roti Balok Jelawat dipilih sesuai dengan lokasi usaha di Jalan Jelawat, Tenggarong, agar mudah diingat oleh pelanggan. Seiring waktu, kualitas produk terus diperbaiki, terutama dari sisi resep dan bahan baku. Salah satu ciri khas Roti Balok Jelawat adalah penggunaan gula aren asli yang tidak pernah diganti sejak awal berdiri. Meski harga gula aren sempat melonjak tajam, komitmen menjaga kualitas tetap diutamakan. Menurutnya, menjaga kepercayaan pelanggan jauh lebih penting dibanding mengejar keuntungan sesaat.
Perkembangan signifikan terjadi saat masa pandemi COVID-19. Permintaan meningkat, termasuk untuk kebutuhan konsumsi karantina dan program MBG. Produksi yang awalnya hanya puluhan potong per hari kini mampu mencapai ribuan potong dalam satu hari. Dukungan berbagai pihak, termasuk bantuan peralatan produksi dari instansi terkait, turut memperkuat kapasitas usaha ini.
“Kami benar-benar memulai dari nol. Alat terbatas, modal pas-pasan, tapi alhamdulillah selalu ada orang-orang baik yang membantu,” kata Ibu Novi.
Di bawah naungan Maharani Group, Roti Balok Jelawat juga mengembangkan berbagai produk kuliner lain seperti asinan Bogor, brownies, dan abon ayam. Namun demikian, roti balok tetap menjadi produk utama yang paling diminati masyarakat.
Dari sisi pemasaran, usaha ini kini lebih banyak mengandalkan media sosial Facebook, yang dikelola langsung oleh Ibu Novi. Strategi digital tersebut dinilai efektif menjangkau pelanggan yang lebih luas, termasuk di Samarinda dan sekitarnya.
Di akhir acara Ibu Novi dan Bapak Joni berpesan agar pelaku usaha tidak mudah berkecil hati dan tidak semata-mata mengejar keuntungan. “Jangan dulu mikir untung besar. Utamakan silaturahmi dan jaga kualitas. Dari situ, rezeki akan datang sendiri,” pesan Ibu Novi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....