DWP Lapas Narkotika Samarinda Sulap Teri Jadi Peluang Usaha
- 22 Jan 2026 09:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Mengisi waktu luang kini tak lagi sekadar menjadi rutinitas bagi ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Narkotika Samarinda. Di bawah inisiasi Ketua DWP, Riama Jaka dan para istri pegawai ini berhasil menyulap lauk sederhana menjadi produk bernilai jual tinggi, yaitu ikan teri crispy.
Program ini lahir dari keinginan untuk memiliki usaha bersama yang produktif. Dahlia Syamsir, selaku Wakil Ketua DWP Lapas Narkotika Samarinda, menjelaskan bahwa UMKM ini menjadi sarana bagi para anggota untuk belajar mandiri secara finansial. Menurutnya, keterlibatan aktif dalam usaha ini memberikan dampak psikologis yang positif, yaitu meningkatnya kepercayaan diri para ibu rumah tangga.
"UMKM ini sangat bermanfaat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ekonomi, tetapi juga meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri ibu-ibu. Mereka jadi tahu bagaimana model berwirausaha itu sebenarnya," ujar Dahlia dalam dialog Teras UMKM Pro 4 RRI Samarinda, dikutip Kamis, 22 Januari 2026.
Proses produksi ikan teri crispy ini dilakukan sepenuhnya oleh tangan kreatif ibu-ibu yang tinggal di kompleks rumah dinas. Ada sebanyak enam orang anggota inti yang berbagi tugas, mulai dari tim produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Pembagian tugas ini disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu untuk memastikan operasional berjalan secara maksimal.
Eva Ariyanto selaku Ketua Bidang UMKM DWP Lapas Narkotika, menjelaskan pemilihan ikan teri sebagai produk unggulan, berdasarkan pada kemudahan mendapatkan bahan baku dan sifat produk yang tahan lama. "Ikan teri mudah didapat di pasar dan digemari banyak orang. Selain bisa jadi camilan, ini juga cocok untuk lauk dan bisa dikonsumsi semua kalangan," katanya.
Meski tergolong baru karena mulai berproduksi sejak Juni 2025, respon yang diterima sangat positif. Pesanan tidak hanya datang dari lingkungan internal Lapas Samarinda, tetapi juga merambah hingga ke luar daerah seperti Tanah Grogot. Sistem penjualan pun dilakukan secara modern melalui media sosial Instagram dan layanan pesan antar WhatsApp.
Melalui usaha bersama ini, nilai utama yang ingin ditanamkan adalah semangat pantang menyerah dan kemandirian ekonomi. DWP Lapas Narkotika Samarinda membuktikan bahwa dari rumah pun, perempuan bisa berkontribusi nyata bagi kesejahteraankeluarga dan organisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....