NTP Kaltim Naik Menjadi 150,68, Harga Sawit dan Hortikultura Jadi Pendorong

  • 02 Jun 2026 17:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Timur pada Mei 2026 tercatat sebesar 150,68 poin. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,57 persen dibandingkan April 2026.

Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, menjelaskan kenaikan NTP terjadi karena laju peningkatan indeks harga yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani.

"Kondisi ini menunjukkan daya tukar hasil produksi petani terhadap kebutuhan konsumsi dan biaya produksi semakin membaik," ujarnya pada Selasa 2 Juni 2026.

Pada Mei 2026, indeks harga yang diterima petani mencapai 192,22 poin atau naik 1,30 persen. Sementara indeks harga yang dibayar petani tercatat 127,57 poin atau meningkat 0,73 persen.

“Kenaikan NTP didukung meningkatnya harga sejumlah komoditas seperti kelapa sawit, kacang panjang, sapi potong, tomat dan gabah,” kata Mas’ud Rifai.

Dari lima subsektor yang diamati, empat subsektor mengalami kenaikan NTP. Subsektor hortikultura mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,87 persen dengan nilai tukar petani mencapai 123,62 poin.

Selain hortikultura, subsektor tanaman pangan naik menjadi 101,71 poin. Subsektor perkebunan rakyat meningkat menjadi 211,89 poin, sedangkan subsektor peternakan naik menjadi 107,84 poin.

Hanya subsektor perikanan yang mengalami penurunan. Nilai tukar petani perikanan tercatat sebesar 105,28 poin atau turun 0,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, secara keseluruhan peningkatan NTP Kalimantan Timur menunjukkan daya beli dan tingkat kesejahteraan petani masih berada dalam tren yang positif. Kondisi ini diharapkan dapat terus terjaga melalui stabilitas harga komoditas pertanian serta dukungan terhadap produktivitas sektor pertanian di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....