Pengguna QRIS Kaltim Melonjak, Tembus 948,3 Ribu

  • 21 Sep 2026 14:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Penggunaan pembayaran digital melalui QRIS di Kalimantan Timur terus melonjak. Hingga triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS mencapai 948,3 ribu, naik dari 906,6 ribu pada triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan juga terlihat dari sisi pelaku usaha. Jumlah pedagang atau pelaku usaha (baik individu maupun badan hukum) yang menjual barang atau jasa secara langsung kepada konsumen atau merchant QRIS meningkat menjadi 910,7 ribu dari sebelumnya 835,3 ribu merchant.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Bayu Adi Hardiyanto, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembayaran digital.

“Pembayaran QRIS untuk konsumen itu gratis. Bebannya diberikan kepada merchant atau pedagang yang menggunakan pembayaran QRIS,” ujar Bayu. Disela kegiatan Training of Trainers Bank Indonesia Kalimantan Timur baru baru ini.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Bayu Adi Hardiyanto (Foto: RRI/ Ridzki).

Disamping itu Bayu menegaskan, konsumen tidak semestinya dibebani biaya tambahan ketika melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Ketentuan biaya transaksi merupakan bagian dari mekanisme antara penyelenggara jasa pembayaran dan merchant.

“Tidak ada kita membebani konsumen sekian persen untuk penggunaan QRIS. Bebannya diberikan kepada merchant,” katanya.

Bayu juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan pengaduan apabila menemukan pungutan tambahan yang dikaitkan dengan penggunaan QRIS. Pengaduan dapat disampaikan melalui mekanisme perlindungan konsumen Bank Indonesia.

“Kalau untuk sistem pembayaran di BI, bisa disampaikan kepada kami. Nanti bisa dikomplain karena ada perlindungan konsumen,” ucapnya.

Seiring melonjaknya jumlah pengguna dan merchant, Bank Indonesia terus mendorong perluasan ekosistem pembayaran digital di Kalimantan Timur. Pertumbuhan QRIS menjadi salah satu indikator semakin luasnya transaksi nontunai di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....